Arab Saudi Hapus Larangan Masuk Pelancong dari 6 Negara, Salah Satunya Indonesia

Arab Saudi Hapus Larangan Masuk Pelancong dari 6 Negara, Salah Satunya Indonesia
LambeTurah.co.id - Arab Saudi menghapus larangan masuk ke negaranya bagi pendatang dari 6 negara salah satunya Indonesia. Selain Indonesia, pendatang dari Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India diperbolehkan masuk ke Arab Saudi.

Mengutip Arab News, Jumat (26/11/2021), selama ini Arab Saudi menerapkan larangan masuk pelancong untuk menekan penyebaran COVID-19. Mereka yang mau masuk harus menjalani karantina di negara ketiga. Kini para pelancong dari 6 negara tersebut bisa langsung masuk ke Arab Saudi.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan arahan agar mengizinkan pendatang yang telah divaksin lengkap asal Indonesia tidak perlu menghabiskan waktu 14 hari transit di luar negara mereka sebelum masuk ke Arab Saudi. Perubahan ini akan mulai berlaku pada pukul 1 pagi pada 1 Desember.

Selamat ! Putra Tertua David Beckham Resmi Menikahi Nicola Peltz



Namun para pendatang dari negara yang disebutkan tetap harus melaksanakan karantina selama lima hari terlepas dari status mereka yang telah divaksin lengkap di luar Arab Saudi. Semua prosedur dan tindakan harus tetap tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan Kerajaan.

Februari lalu, Arab Saudi memberlakukan larangan masuk langsung setelah adanya kenaikan kasus virus Corona akibat varian baru yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Saat itu ada kekhawatiran bahwa vaksin kurang efektif pada varian baru ini.

Larangan tersebut mencakup UEA, Mesir, Lebanon, Turki, AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang. Namun para diplomat, staf medis, dan keluarga mereka dikecualikan dari larangan ini.

Larangan itu juga berlaku untuk pelancong yang transit melalui salah satu dari 20 negara dalam 14 hari sebelum kunjungan yang direncanakan ke Kerajaan.

Penerbangan ke dan dari Kerajaan pertama kali ditangguhkan pada 14 Maret 2020, dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa wabah virus corona adalah pandemi. Masuk ke Arab Saudi melalui udara, darat, dan laut dilanjutkan pada 3 Januari 2021.