Ini Bahayanya Trigeminal Neuralgia, Sakit Kepala Hebat yang Menyerang Wajah

Ini Bahayanya Trigeminal Neuralgia, Sakit Kepala Hebat yang Menyerang Wajah
Beberapa orang mengalami sakit kepala di area muka. Lantaran dianggap sakit kepala biasa, sakit kepala ini didiamkan hingga menahun. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah trigeminal neuralgia. Berbahayakah?

Spesialis bedah saraf, dr Mustaqim Prasetya, SpBS, FINPS, menjelaskan trigeminal neuralgia adalah nyeri pada satu sisi wajah, bisa kanan atau kiri disebabkan pembuluh darah menempel pada saraf trigeminal sehingga timbul kekakuan dan mencederai saraf dan timbul nyeri. Penyakit ini bisa diidap oleh usia 18 hingga 30 tahun, atau lansia di atas 80 tahun.

Nyeri hilang-timbul ini dipicu oleh aktivitas sehari-hari yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Seperti bicara, mengunyah, menggosok gigi, terkena cuaca dingin atau paparan AC, membasuh muka, hingga memakai make up.

Sukses Di Asia, Produsen Gendongan Bayi Ini Siap Tembus Pasar Eropa



"Trigeminal neuralgia merupakan salah satu kondisi paling nyeri yang mungkin dialami umat manusia. Ada keluhan pasien, nol sampai 10 berapa sakitnya? Ada yang bilang level 16. Seperti lebay, tapi memang begitu menderitanya," ujarnya dalam diskusi daring, Rabu (13/10/2021).

Pada beberapa kasus, trigeminal neuralgia dipicu oleh riwayat autoimun, kelainan pembuluh darah bawaan atau kelainan pasca stroke. Namun banyak juga kasus di mana kondisi ini dipicu oleh faktor psikologis seperti stres, banyak pikiran, dan euforia berlebih.

"Stressful, banyak pikiran, euforia. Kenapa? Karena terlalu euforia, stressful, tekanan darah meningkat kemudian nadi meningkat. Itu juga menyebabkan pembuluh darah menggedor lebih kuat saraf yang ada. Bukan kasus yang lama, tapi stimulasi baru," beber dr Mustaqim.

"Faktor pencetus lainnya adalah tipikal personality. Ada orang sangat sensitif, sangat mudah khawatiran, mudah banyak pikiran, baperan, tekanan darah (tensi) mudah naik," imbuhnya.

Menurut dr Mustaqim, sakit kepala pada area wajah akibat trigeminal neuralgia ini banyak diidap oleh orang dengan pekerjaan bertekanan besar. Ditambah, ada riwayat hipertensi yang tidak terkendali, dibarengi kebiasaan merokok.

"Faktor psikologis kalau orang dia model pekerjaan, kegiatan sehari-hari, mudah khawatir, mudah stres. Itu memengaruhi secara tidak langsung melalui meningkatnya tekanan dan frekuensi nadi dari pembuluh darah," pungkasnya.