Pesan Indro Warkop untuk Warkopi: Jauhi Nama Warkop DKI

Pesan Indro Warkop untuk Warkopi: Jauhi Nama Warkop DKI
Putra almarhum Dono Warkop, Satrio Sarwo Trengginas menyampaikan pernyataan sikap kepada kelompok Warkopi. Satrio memberikan lima poin penting.

Salah satu poin yang disampaikan oleh Satrio Sarwo Trengginas adalah Warkopi harus berganti nama paling lambat 7 hari sejak tanggal pernyataan sikap dibuat, yakni 6 Oktober 2021.

“Hal ini dikarenakan nama Warkopi jelas memiliki persamaan dengan nama Warung Kopi Dono Kasino Indro atau biasa dikenal masyarakat dengan nama Warkop DKI, yang telah dilindungi oleh hukum,” ungkap Satrio saat menggelar konfrensi pers secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Zayn Malik Dilaporkan Yolanda Hadid Atas 4 Tuduhan Sekaligus



Sementara itu, Indro Warkop memberikan pesan penting kepada para personel Warkopi, yakni Alfin Dwi Krisnandi, Sepriadi Chaniago, dan Dimas Kusnandi.

“Buat Warkopi anak-anakku, yang mengatur juga, jauhi nama Warkop DKI. Kalau konten itu bukan tanggung jawab saya walaupun kemudian Anda berhadapan lagi dengan PH (Production House). Konten dalam arti dari film segala macam Anda berhadapan dengan PH,” ucapnya.

“Kalau PH-nya nggak terima, mungkin bisa menyomasi atau menuntut juga. Tapi (saran) kami jauhi namanya, brand-nya,” ujar pemilik nama lengkap Drs. H. Indrodjojo, MM itu.

Indro menjelaskan jika seorang seniman akan menjadi legenda saat ia menjadi diri sendiri, lepas dari bayang-bayang artis lain. Indro lantas mencontohkan Urip Arphan yang di awal karier dicap mirip legenda Betawi Benyamin Sueb.

“Dalam sejarah belum pernah ada peniru yang sukses juga. Akhirnya mereka sukses sebagai dirinya sendiri dan justru lebih dikenal. Saya kasih contoh, almarhum Benyamin Sueb dan almarhum Urip Arphan,” terang Indro Warkop.

"Urip Arphan dikatakan mirip Benyamin, tapi dia berjuang terus menjadi dirinya sendiri. Beda, dan akhirnya Urip Arphan dikenal sebagai Urip Arphan. Bukan lagi sebagai yang mirip Benyamin. Ini sebuah contoh,” ulas Indro.

Urip Arphan akhirnya lepas dari bayang-bayang Benyamin Sueb, membintangi puluhan film, mendirikan sanggar seni UPH, hingga memperoleh penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta pada 1998.

“Saya selalu bilang seniman tidak tergantikan walaupun Anda memang bilang nggak mau mengganti. Tapi begini, hidup di bawah bayang-bayang seseorang yang kemudian seolah Anda merasa seseorang itu nggak akan mencapai (hasil) seperti yang Anda pikir,” katanya.

Indro pun mencermati jika masing-masing personil Warkopi memiliki bakat dalam melawak.

“Jadi saya tetap mendorong kalian berkarya, berkaryalah. Apalagi saya lihat kalian tukang bercanda, itu modal sebenarnya,” ia mengakhiri.