Pihak Travel Buka Suara Soal Taqy Malik Dituduh Gelapkan Dana Umroh

Pihak Travel Buka Suara Soal Taqy Malik Dituduh Gelapkan Dana Umroh
Taqy Malik dituding telah menggelapkan dana umroh. Pihak travel buka suara mengenai hal tersebut.

Dalam laman Instagram Taqychan Travel, mereka menjelaskan soal banyaknya jamaah yang mendaftar umroh namun belum juga diberangkatkan. Hal itu terjadi karena situasi yang Pandemi COVID-19 yang masih belum memungkinkan.

"Alhamdulillah, Taqychan Travel mulai beroperasi di awal tahun 2019, hingga akhir Maret 2020 lalu kami sudah memberangkatkan puluhan grup, dengan ratussan jamaah. Terakhir keberangkatan di bulan Februari 2020 dan Qadarallah pada tanggal 1 Maret ada penutupan keberanngkatan karena pandemi sehingga group jamaah yang harusnya berangkat di bulan Maret tertunda," ujar wisnu Wibowo, Direktur Operasional, Jumat (17/9/2021).

Omicron Masuk Indonesia! Wisma Atlet Lockdown



Pasalnya, Arab Saudi menerapkan pembatasan bagi mereka yang ingin berkunjung ke Mekkah. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang dilarang untuk masuk ke Tanah Suci itu.

"Kondisi Pandemi sekarang tidak menentu, kami terus menanti kabar baik dari pihak Saudi, maupun pemerintah kita namun tak kunjung datang kabar baik tentang umrah, hingga awal November 2020 pihak Saudi akhirnya membuka namun dengan protokol ketat dan jumlah terbatas sehingga pelaksanaan umrah tidak lagi senyaman dulu, banyak pembatasan-pembatasan. Bahkan di awal tahun 2021 Pihak Saudi mengeluarkan putusan bahwa Indonesia sebagai salah satu Negara yang dilarang masuk ke Saudi," beber Wisnu Wibowo.

Pihak travel tiba bisa berbuat apa-apa. Mereka pun harus mengikuti aturan tersebut.

"Kami pun tidak bisa berbuat banyak, tidak terkecuali travel-travel lain yang hanya bisa gigit jari. Karena cukup lama tidak beroperasi dan akhirnya sempat terhenti. Namun kondisi yang tidak menentu ini justru sejak awal Februari 2021 sebagian jamaah mulai meminta untuk refund uang yang sudah disetor untuk umrah ke travel karena berbagai alasan kondisi Pandemi dan ekonomi," tutur Wusnu Wibowo.

Alhasil banyak jamaah yang mengajukan pengembalian uang. Beberapa diantaranya sudah diproses, namun sebagian lagi masih harus menunggu.

Sebab uang jamaah yang sudah masuk telah diputar. Pihak travel pun mengaku kesulitan untuk mengembalikan uang tersebut.

"Alhamdulillah saat itu ada sekitar 30-40 jamaah yang selesai kami proses refundnya. Dengan situasi yang penuh ketidakpastian ini kami tetap menerima dan memproses permintaan refund dari beberapa jamaah, memang tidak sedikit rintangan dan kendala teknis di lapangan termasuk proses transfernya," ungkap Wisnu Wibowo.

"Yang terakhir dengan keterbatasan dana perusahaan, karena sebagian sudah dibayarkan untuk biaya-biaya hotel dan akomodasi, tiket dan LA di Saudi termasuk persiapan di Jakarta membuat tersendat. Kondisi ini kami sebagai direksi segera dilaporkan kepada Mas Taqy Malik sebagai Komisaris, jadi beliau sebagai komisaris tidak terlibat secara langsung dioperasional travel. Namun karena beliau merasa bertangung jawab maka pengembalian sebagian dan jamaah menggunnakan dana dari kantong pribbadi beliau," jelasnya.

Kendati demikian Taqy Malik tetap bertanggung jawab. Ia memakai uang pribadinya untuk mengembalikan uang jamaah yang hendak umroh.

"Alhamdulillah seluruh jamaah yang meminta refund 100% dananya sudah semua dibayarkan. Sisanya ada tinggal beberapa jamaah masihh kami tunggu respon untuk permintaan refund nya, jika tidak pun insyaallah kami akan tetap amanah simpang uang jamaah tersebut untuk keberangkatan berikutnya," kata Wisnu Wibowo.

"Semoga informasi ini dapat memberi gambaran yang jelas tentang isu-isu yang beredar. Dan dapat menghentikan tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar. Semoga para calon jamaah bisa mengerti dan terima kasih atas kepercayaannya," tukasnya.