Lambeturah.co.id - Ada tren menarik di kalangan Gen Z pencari kerja. Menurut survei McKinsey, 70% Gen Z meminta bantuan orang tua saat mencari kerja. Bahkan 83% yang berhasil mendapatkan pekerjaan penuh waktu mengatakan bantuan orang tua berkontribusi pada keberhasilan mereka.

Gen Z memasuki pasar kerja yang jauh lebih kompetitif dibanding generasi sebelumnya. Banyak posisi entry-level mensyaratkan pengalaman, sementara proses rekrutmen bisa panjang dan penuh tes.

Ketika risiko gagal terasa tinggi, orang tua sering dianggap sebagai sumber bantuan strategis-mulai dari mengedit CV, latihan wawancara, hingga memanfaatkan jaringan profesional mereka.

Survei lain mengungkap bahwa 40% orang tua dari Gen Z ikut hadir dalam wawancara kerja. Bayangkan saja situasinya begini: seorang kandidat berusia 22 tahun datang ke ruang wawancara, namun tidak sendirian.

Ia ditemani orang tuanya yang bahkan ikut duduk, mencatat, hingga membantu negosiasi gaji. Kedengarannya seperti adegan komedi, tapi praktik ini mulai menjadi hal yang semakin umum terjadi pada 2026.

Berdasarkan data yang dirilis pada akhir 2025, sekitar 77% pencari kerja Gen Z mengaku melibatkan orang tua dalam proses rekrutmen. Keterlibatan ini bukan sekadar membantu mengecek CV, tetapi sudah masuk ke tahap yang lebih dalam.