Lambeturah.co.id – Penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan melalui konser Romanza 30th Anniversary World Tour yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026).
Konser tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan musik, tetapi juga membawa pesan solidaritas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan warga sipil yang terdampak konflik serta peperangan di berbagai belahan dunia.
Melalui musik, Andrea Bocelli diharapkan dapat mengajak masyarakat internasional untuk kembali menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan perdamaian sebagai hal utama di tengah berbagai konflik yang masih berlangsung.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan pihak penyelenggara memahami bahwa konser Andrea Bocelli memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni.
Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap konflik dan penderitaan akibat peperangan menjadi hal yang perlu didengarkan dengan terbuka.
"Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka," ujar Prajna dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (1/11/2026).
Ia menegaskan, kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia diharapkan dapat menyampaikan harapan bagi masyarakat yang hingga kini belum merasakan perdamaian dan keamanan.
"Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya," lanjutnya.
Pesan kemanusiaan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian konser Andrea Bocelli di Indonesia. Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa salah satu lagu dalam pertunjukan tersebut didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Persembahan itu ditujukan untuk mengingat anak-anak dan masyarakat yang hidup di tengah peperangan, kehilangan, serta situasi kemanusiaan yang sulit.
Selain melalui pertunjukan musik, pesan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemimpin dunia, melainkan juga menjadi kepedulian bersama masyarakat internasional.
Andrea Bocelli sendiri dikenal melalui karya-karya musik klasik dan opera yang menjangkau pendengar lintas negara. Melalui konser di Indonesia, musik diharapkan menjadi medium untuk menyampaikan pesan universal tentang solidaritas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.
Selain membawa pesan perdamaian, penyelenggara konser juga mengumumkan inisiatif kemanusiaan berupa penggalangan dana dan komitmen donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina serta wilayah lain yang terdampak perang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap masyarakat rentan, terutama anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat konflik.
Inisiatif ini juga sejalan dengan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui pendidikan, pemberdayaan, dan dukungan kemanusiaan.
Melalui Andrea Bocelli Foundation, yang didirikan pada 2011, Bocelli turut mendukung berbagai program pendidikan dan pengembangan masyarakat rentan.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan seni berskala internasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor pariwisata dan kebudayaan, tetapi juga bagi upaya membangun solidaritas kemanusiaan.





