Lambeturah.co.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan penyalahgunaan fasilitas negara. Satu unit mobil ambulans operasional milik Puskesmas di Kabupaten Pandeglang kedapatan digunakan untuk mengangkut rombongan besanan dan acara pernikahan.
Dalam video yang diunggah oleh akun `@kilasbanten`, tampak kendaraan dinas kesehatan berwarna putih dengan logo dan tulisan "Pemerintah Kabupaten... Kendaraan Operasional" terparkir di sebuah lokasi acara. Sejumlah orang berbaju rapi terlihat turun dan beraktivitas di sekitar mobil ambulans tersebut.
Penggunaan mobil dinas kesehatan yang tidak sesuai fungsi pokok dan fungsinya (tupoksi) ini mendadak viral dan langsung memicu gelombang kritikan tajam dari warganet. Banyak netizen menyayangkan tindakan tersebut, mengingat ambulans merupakan fasilitas krusial yang seharusnya bersiaga penuh 24 jam untuk melayani darurat medis dan kebutuhan warga yang sakit.
"Fasilitas kesehatan itu dibeli dari uang rakyat untuk keadaan darurat medis, bukan buat kepentingan pribadi atau acara hajatan," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Sesuai aturan operasional kendaraan dinas, fasilitas mobil ambulans diprioritaskan penuh untuk penanganan medis emergensi, rujukan pasien, serta kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat. Penggunaan kendaraan operasional untuk keperluan personal seperti hantaran pengantin atau rombongan besanan dinilai melanggar tata kelola aset daerah.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut telah ditonton dan dibagikan oleh ribuan pengguna media sosial. Pihak Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi dan klarifikasi resmi terkait kronologi serta sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab atas pengoperasian ambulans tersebut.





