Lambeturah.co.id - Aksi tidak simpatik penghuni kontrakan di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) mendadak viral dan memicu kekesalan publik. Seorang pria terpaksa meminta bantuan pihak kepolisian setelah tetangga kontrakannya terus memutar musik dengan volume sangat keras, padahal di lingkungan tersebut terdapat bayi yang belum genap berusia satu bulan.

Kejadian ini bermula saat suara dentuman musik memekakkan telinga terdengar tanpa henti dari salah satu kamar kontrakan. Mengingat kondisi dinding kontrakan yang saling berdempetan dan ruang gerak yang sempit, suara tersebut sangat mengganggu waktu istirahat warga, terutama bayi baru lahir yang membutuhkan ketenangan. Karena teguran tak lagi mempan, penghuni yang resah akhirnya memilih menghubungi polisi untuk menertibkan situasi.

Unggahan mengenai insiden tersebut langsung memancing beragam reaksi pedas dari netizen di media sosial. Banyak warga net yang menyayangkan minimnya empati dan kesadaran diri saat hidup bertetangga di area pemukiman padat.

"Kata gw mending iuran bang sama tetangga samping, beliin ibunya earbuds yang 50 ribuan aja. Biar disumpel kupingnya sendiri, dengerin suara sembernya sendiri," tulis salah satu netizen meluapkan kekesalannya.

Netizen juga menekankan pentingnya tahu diri dalam menggunakan fasilitas suara di lingkungan padat penduduk seperti kosan atau kontrakan.

"Lagian, kalau rumahnya berjarak dan rumah gede sih lo mau dengerin lagu sambil gegawakan ya enggak masalah. Lah ini di kostan yang jaraknya sempit," tambah komentar tersebut.

Hingga kini, kasus gangguan ketertiban umum di pemukiman padat tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat pentingnya menjaga toleransi dan norma kesopanan saat tinggal berdekatan dengan orang lain.