Lambeturah.co.id – Kasus dugaan gubahan lirik vulgar dari lagu "Gapapa" milik pedangdut senior Anisa Bahar kian memanas. Setelah resmi dilaporkan ke Polresta Malang Kota, para penyanyi yang terlibat—termasuk Mala Agatha, Icha Chellow, dan Zhuu DJ (Jezu)—akhirnya memberikan tanggapan resmi mereka melalui sebuah unggahan video singkat.

Dalam video tersebut, Mala Agatha dan rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengklarifikasi posisi mereka yang merasa "terjepit" di antara tuntutan profesional dan konsekuensi sosial.

Terikat Kontrak Profesional dan Takut Wanprestasi

Mala Agatha menjelaskan bahwa keterlibatan mereka dalam membawakan lagu tersebut murni karena kewajiban profesional yang tertuang dalam kontrak kerja dengan pihak produser. Mereka mengaku sudah memprediksi bahwa lagu ini akan memicu kontroversi di masyarakat, namun tidak punya pilihan lain.

"Sebenarnya kita tahu konsekuensinya akan seperti ini. Tapi dikerjakan salah, enggak dikerjakan kita kena wanprestasi karena kita terikat kontrak sama produser. Di posisi kita ini kita juga bingung," ujar salah satu pembicara dalam video klarifikasi tersebut.

Mempertanyakan Netizen yang Tebang Pilih

Selain menjelaskan posisi hukum mereka terkait kontrak, mereka juga menyayangkan sikap netizen yang dinilai tebang pilih dalam melayangkan hujatan. Menurut mereka, fokus publik dan media terlalu menyudutkan pihak-pihak tertentu saja, padahal proyek tersebut melibatkan banyak orang.

"Sebenarnya bukan hanya aku sama Icam (Icha) yang menonton (atau terlibat). Dan kenapa netizen kok nyorotnya lebih ke Icam sama Kak Mami, sedangkan yang nyanyi juga kan ada Jezu," tambahnya.

Desak Publik Adil: "Salahkan Juga Produsernya"

Mala Agatha dan rekan-rekan meminta masyarakat serta pihak Anisa Bahar untuk melihat masalah ini secara objektif. Mereka menegaskan bahwa sebagai penampil, mereka hanya mengikuti arahan dari pihak yang memproduksi lagu tersebut.

"Jadi jangan salahkan kami dong. Salahkan juga produsernya, masa kita aja ya," tegasnya di akhir video.

Hingga saat ini, perseteruan antara pihak Anisa Bahar yang merasa dirugikan atas gubahan lirik vulgar tersebut dengan para pedangdut ini masih terus bergulir, terutama setelah adanya aduan resmi yang masuk ke pihak kepolisian Polresta Malang Kota. Publik kini menunggu bagaimana respons dari pihak produser yang disebut-sebut sebagai pemegang kendali utama atas aransemen kontroversial tersebut.