Lambeturah.co.id - Kylian Mbappe menjadi sorotan publik China setelah komentarnya mengenai Mao Zedong memicu kontroversi. Penyerang Real Madrid tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya menuai reaksi, termasuk kabar pemutusan kerja sama komersial dengan dua merek asal China.

Kontroversi bermula ketika Mbappe mengikuti sesi tanya jawab singkat. Saat ditanya mengenai meme favoritnya, pemain tim nasional Prancis itu menyebut meme yang menampilkan Mao Zedong, tokoh revolusioner yang berperan penting dalam berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Mbappe mengungkapkan bahwa meme tersebut kerap digunakannya untuk bercanda bersama rekan-rekannya. Namun, komentarnya justru memicu respons negatif dari sebagian masyarakat China.

Dua Brand China Dikabarkan Putus Kerja Sama

Dampak kontroversi tersebut dilaporkan merembet ke hubungan komersial Mbappe. Dua merek besar asal China, Dongpeng dan Mengniu, disebut memutus kerja sama dengan pesepak bola berusia 27 tahun itu.

Mao Zedong merupakan figur penting dalam sejarah politik China. Perannya dalam pendirian Republik Rakyat China membuat sosoknya memiliki kedudukan historis yang signifikan bagi negara tersebut.

Pernyataan Mbappe mengenai meme Mao pun menjadi perbincangan luas di China, terutama karena menyangkut tokoh yang memiliki tempat penting dalam sejarah nasional mereka.

Kementerian Luar Negeri China Ikut Menyoroti Kontroversi

Nama Mbappe sebelumnya juga menjadi bahan pembicaraan setelah muncul lelucon yang menggambarkannya seperti seorang diktator di Real Madrid. Namun, pernyataannya mengenai Mao Zedong kali ini memicu perhatian lebih luas.

Kementerian Luar Negeri China turut menyampaikan keprihatinan terkait komentar tersebut. Situasi ini kemudian mendorong Mbappe untuk memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

Mbappe Tegaskan Tak Berniat Menghina Rakyat China

Menanggapi polemik yang berkembang, Mbappe mengakui bahwa komentarnya tidak tepat. Ia juga menyadari perkataannya telah melukai perasaan sejumlah orang di China maupun komunitas Tionghoa di berbagai negara.

Mbappe menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menghina Mao Zedong ataupun masyarakat China. Ia menyatakan tetap menghormati rakyat dan sejarah negara tersebut.

"Saya sama sekali tidak berniat seperti itu. Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka. Saya benar-benar menyesal," ujar Mbappe.

Permintaan maaf tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap dampak kontroversi itu, termasuk laporan mengenai berakhirnya kerja sama dengan dua merek asal China.