Lambeturah.co.id - Polisi terus usut kasus penemuan jenazah bayi laki-laki di Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Terbaru, penyidik menggelar pra-rekonstruksi demi memperjelas rangkaian peristiwa atas kasus tersebut. Pra-rekonstruksi digelar pada Selasa, 1 September 2026, di Dusun Sukaluyu RT 002/RW 001, Desa Ungkal.
Dalam pra-rekonstruksi itu, tersangka ER (19), memperagakan sebanyak 32 adegan. Yang bersangkutan yakni ibu muda dari bayi tersebut.
Setiap adegan itu menjadi bagian dari penyidikan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta yang sudah dikumpulkan polisi.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sumedang, Ajun Komisaris Polisi Awang Munggardijaya menuturkan pra-rekonstruksi dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas soal perkara penemuan jenazah bayi tersebut.
"Pra-rekonstruksi ini dilaksanakan untuk memperoleh keterangan tambahan dan memperjelas rangkaian peristiwa dalam perkara penemuan jenazah bayi. Sebanyak 32 adegan diperagakan oleh tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan,” ucapnya, dikutip pada Rabu, 2 September 2026.
“Dari awal hingga kegiatan selesai, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan prarekonstruksi dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Polres Sumedang juga menegaskan penyidikan kasus tersebut masih terus berjalan. Pra-rekonstruksi menjadi salah satu tahapan yang dilakukan penyidik untuk memperoleh keterangan tambahan sekaligus melengkapi berkas perkara.
AKP Awang menyebut proses hukum bakal dilakukan secara profesional dan objektif sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan prarekonstruksi tersebut, penyidik diharapkan dapat semakin memperjelas rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan penemuan jenazah bayi laki-laki di Desa Ungkal.
Adapun dalam pra-rekonstruksi terkuak fakta-fakta mencengangkan. Pertama, bayi masih hidup saat dilahirkan pelaku. Lalu, ada beberapa luka tusuk pada tubuh bayi.
Lalu, bagian tangan dan kaki kanan bayi malang ini ternyata terpisah karena sayatan benda tajam, bukan lantaran digigit anjing peliharaan warga di sana. Setelahnya, baru pelaku mengubur jasad buah hatinya itu sendiri.





