Lambeturah.co.id - Seorang siswa kelas X SMA Negeri 1 Gorontalo bernama Nurdin Dali menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh 21 siswa yang terdiri dari teman sebaya dan kakak kelasnya. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan kini telah dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban.

Dugaan pengeroyokan itu berlangsung di aula lapangan SMA Negeri 1 Gorontalo, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.15 Wita.

Pembina OSIS SMA Negeri 1 Gorontalo, Suryono J. Paris, mengatakan berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar 21 siswa yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan tersebut.

"Kalau kita hitung sesuai dengan data kemarin keterangan dari terduga pelaku, kami mendata ada sekitar 21 orang siswa yang terlibat pemukulan," ujar Suryono, Rabu (21/10/2026).

Menurut Suryono, para siswa yang diduga terlibat berasal dari kelas X, XI, dan XII. Rinciannya, sembilan siswa kelas XII, tujuh siswa kelas XI, serta lima siswa kelas X.

Berawal dari Permintaan Sumbangan

Suryono menjelaskan, peristiwa tersebut diduga bermula ketika korban bersama sejumlah siswa menyampaikan permintaan sumbangan untuk kegiatan tim bola voli sekolah.

Permintaan sumbangan itu disampaikan dengan menggunakan kode QRIS senilai Rp 1. Salah satu siswa yang dimintai sumbangan merupakan kakak kelas korban.

"Saat itu jalan kelas-kelas ada menyampaikan kegiatan permintaan sumbangan tim voli ball melalui QRIS satu rupiah itu," kata Suryono.

Dalam proses tersebut, seorang siswa kelas XII yang diduga menjadi salah satu pelaku merasa tersinggung karena menganggap korban menatap dirinya.

"Ada kakak kelas XII terduga pelaku sempat bicara sama dia, melihat ditatap dan tersinggung dengan korban," ungkapnya.

Perselisihan itu kemudian berlanjut setelah korban keluar kelas. Sejumlah siswa lainnya diduga ikut mendatangi korban hingga terjadi cekcok yang berujung pada pemukulan.

"Setelah itu korban keluar kelas, disusulah oleh teman-teman dari si terduga pelaku yang merasa tersinggung ini dan cekcok adu mulut dan korban dipukul," tambah Suryono.

Ibu Korban Lapor Polisi

Ibu korban, Herlina Dali, mengaku keberatan atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia bersama keluarga telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polsek Kota Timur sejak Senin (19/10/2026).

Herlina mengaku sedih setelah mengetahui dan melihat video yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan anaknya diduga diserang oleh sejumlah siswa.

"Korban anak saya siswa kelas X Nurdin Dali. Saya dan keluarga sudah melapor ke Polsek Kota Timur dari hari Senin," ujar Herlina.

"Saya mendengar dan melihat video yang beredar sedih melihat anak saya diserang, dikejar, dipukul secara brutal," lanjutnya.

Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok pelajar diduga mengeroyok korban di aula sekolah. Sejumlah guru kemudian mendatangi lokasi dan berusaha melerai serta memisahkan para siswa yang terlibat.

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sementara itu, 21 siswa yang terdata masih disebut sebagai terduga pelaku, sehingga keterlibatan masing-masing perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.