Lambeturah.co.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh insiden kendaraan besar yang terjebak akibat mengikuti aplikasi penunjuk arah. Kali ini, sebuah truk gandeng dilaporkan tak bisa melintas dan tersangkut di Terowongan Sumpang Labbu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Peristiwa yang sempat memacetkan arus lalu lintas tersebut diduga kuat terjadi karena sang sopir murni mengandalkan rute dari Google Maps tanpa mempertimbangkan dimensi kendaraannya.
Berdasarkan informasi yang beredar dari unggahan akun Instagram/Threads @kulitintamks, truk gandeng berukuran jumbo tersebut melaju menuju arah terowongan. Namun, setibanya di lokasi, ukuran kendaraan yang terlalu besar dan tinggi membuat truk sama sekali tidak bisa masuk ke dalam lubang terowongan bersejarah tersebut.
Akibatnya, truk tertahan tepat di mulut terowongan. Karena posisi truk yang memblokade jalan, arus lalu lintas di sekitar Terowongan Sumpang Labbu sempat mengalami hambatan dan antrean panjang.
"Ukuran kendaraan yang terlalu besar membuat truk kesulitan masuk ke dalam terowongan dan sempat menghambat arus lalu lintas," tulis narasi dalam unggahan video yang viral tersebut.
Insiden ini mendadak jadi pusat perhatian warga setempat dan para pengendara lain yang kebetulan melintas di lokasi. Banyak warga yang menyayangkan kurangnya pemahaman medan dari pengemudi truk, mengingat Terowongan Sumpang Labbu dikenal memiliki dimensi yang cukup sempit dan hanya cocok untuk kendaraan berukuran kecil hingga sedang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan struktural pada terowongan prasejarah tersebut, dan pihak terkait tengah berupaya melakukan evakuasi serta mengurai arus lalu lintas di lokasi kejadian.





