Lambeturah.co.id – Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediri, Jawa Timur, berlangsung sangat meriah dan unik. Tidak hanya diisi dengan pembacaan shalawat dan tausiyah, tradisi peringatan kelahiran Rasulullah di salah satu masjid setempat ini diwarnai dengan aksi menyebar uang yang disambut riuh dan penuh antusiasme oleh para jamaah.

Tradisi "lempar uang" ini melibatkan berbagai nominal uang, mulai dari uang koin hingga uang kertas pecahan besar seperti Rp50.000. Uang yang disebar merupakan hasil sedekah dari masyarakat setempat yang dikumpulkan untuk dibagikan kembali kepada jamaah, terutama anak-anak dan remaja, sebagai bentuk sukacita memperingati kelahiran Nabi.

Tokoh masyarakat setempat, H. Moh. Mahrus, menjelaskan bahwa tradisi unik ini bukan sekadar ajang bagi-bagi rezeki, melainkan bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah sejak dini.

"Kehadiran tradisi lempar uang juga diharapkan menjadi bagian dari syiar agama agar anak-anak antusias untuk datang ke masjid," ujar H. Moh. Mahrus.

Ia menegaskan, esensi utama dari kegiatan ini adalah memakmurkan masjid serta memperkuat fungsi sosial keagamaan di tengah masyarakat.

"Yang paling penting adanya masjid untuk ditumbuhkembangkan, baik sosial keagamaannya, keimanannya, syariatnya, maupun akhlaknya," tambahnya.

Tradisi sebar uang atau udik-udikan ini memang sudah lama mengakar di berbagai wilayah Jawa Timur sebagai simbol rasa syukur dan kemurahan hati. Namun, pelaksanaannya di dalam lingkungan masjid pada momen Maulid Nabi memberikan kehangatan tersendiri, mempererat tali silaturahmi antarwarga, dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang menyenangkan bagi generasi muda.