Lambeturah.co.id - Warga Jember, Jawa Timur, dibuat geger oleh kasus pencurian yang melibatkan dua pelaku di bawah umur. Seorang remaja berusia 16 tahun bersama seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD diduga nekat membobol brankas milik tetangga mereka sendiri.
Aksi pencurian tersebut terjadi saat rumah korban dalam keadaan kosong. Kedua pelaku diduga telah mengetahui situasi rumah sehingga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjalankan aksinya.
Berbeda dengan pencurian pada umumnya, kedua pelaku disebut menggunakan mesin gerinda untuk membongkar brankas yang berada di dalam rumah korban. Setelah berhasil membuka brankas, mereka membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Dari hasil pencurian itu, pelaku diduga memperoleh uang tunai sekitar Rp14 juta, perhiasan emas, serta sebuah jam tangan mewah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Namun, hasil kejahatan tersebut tidak disimpan lama. Kedua pelaku justru menghabiskan uang hasil curian untuk membeli telepon genggam baru, berbelanja, hingga membeli berbagai jajanan.
Kasus ini mulai terungkap setelah salah satu pelaku yang masih berstatus siswa sekolah dasar menunjukkan perilaku mencurigakan. Bocah tersebut diketahui sering membagikan uang kepada teman-temannya di sekolah dengan nominal yang cukup besar.
Beberapa siswa dilaporkan menerima uang antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dari pelaku. Kondisi tersebut memicu kecurigaan seorang guru yang kemudian mempertanyakan asal-usul uang yang dimiliki siswa tersebut.
Kecurigaan itu berkembang menjadi penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya mengarah pada dugaan pencurian yang terjadi di lingkungan tempat tinggal pelaku. Setelah dilakukan pendalaman, pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan kedua pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak-anak dalam tindak pidana yang tergolong serius. Selain menyebabkan kerugian materi bagi korban, kejadian tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait pengaruh lingkungan pergaulan serta minimnya pengawasan terhadap aktivitas anak.
Para orang tua dan pihak sekolah diimbau untuk lebih memperhatikan perubahan perilaku anak, termasuk ketika mereka tiba-tiba memiliki uang atau barang berharga yang tidak sesuai dengan kondisi kesehariannya. Pengawasan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah anak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.





