Lambeturah.co.id – Sebuah insiden menggelitik sekaligus menggelitik profesionalisme aparat penegak Perda terjadi di Balai Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang seharusnya bertugas menjaga ketertiban, justru terlibat aksi saling tarik jaket bekas penyanyi Juan Reza melawan sekelompok emak-emak, Minggu (26/7/2026).
Peristiwa unik ini berlangsung di tengah kemeriahan acara penutupan Kendari Half Marathon (KHM) 2026. Kericuhan berawal ketika Juan Reza, penyanyi yang tampil memanaskan panggung hiburan, melepas jaket yang digunakannya dan melemparkannya ke arah kerumunan penonton.
Jaket bekas pakai tersebut melayang tepat ke area depan panggung. Sontak, selembar pakaian itu langsung menjadi rebutan sengit antara oknum Satpol PP yang berada di garis depan pengamanan dengan rombongan emak-emak.
Aksi tersebut mengundang sorotan tajam karena oknum petugas dinilai melenceng dari fungsi utamanya. Batas antara pengaman acara dan penonton biasa seketika kabur demi mendapatkan cendera mata dari idola.
Aksi saling cengkeram dan tarik-menarik tak terelakkan. Oknum Satpol PP tersebut tampak berjuang sekuat tenaga, sementara sang emak-emak juga pantang menyerah mengendurkan genggamannya. Seragam dan atribut kedinasan tak lagi dihiraukan.
Momem kocak ini berhasil direkam oleh penonton dan diunggah ke media sosial oleh akun Miona pada Senin (27/7/2026).
"Siapa yang kuat tarik dia dapat," tulis akun Miona dalam keterangan videonya, menggambarkan sengitnya perebutan tersebut.
Aksi yang dibalut unsur komedi ini mendadak viral dan memicu beragam reaksi netizen di kolom komentar.
"Ndk (tidak) mau juga ngalah," tulis akun @sekitar_kolaka merespons gigihnya persaingan kedua belah pihak.
Pada akhir pertempuran singkat tersebut, oknum petugas Satpol PP berhasil mengalahkan sang emak-emak dan mengangkat jaket tersebut tinggi-tinggi bak seorang pemenang.
Meski memancing gelak tawa warganet, kejadian ini menjadi catatan menggelitik tentang bagaimana daya pikat cendera mata idola sanggup melunturkan sejenak profesionalisme petugas pengamanan di lapangan.





