Lambeturah.co.id - Sebuah unggahan video di media sosial mendadak viral dan menyita perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan seorang ibu-ibu yang mengamuk dan meluapkan kekecewaannya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Cipatujah.

Kekecewaan warga tersebut dipicu oleh pelayanan SPBU yang dinilai tidak adil. Pasalnya, ibu-ibu tersebut mengaku sudah tiga kali mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan roda duanya, namun selalu kehabisan dan tidak mendapatkan bensin.

Namun, hal yang membuat emosinya meluap adalah adanya dugaan diskriminasi pelayanan. Di saat konsumen kendaraan bermotor kesulitan mendapatkan BBM, pengisian menggunakan jerigen justru tampak diperbolehkan dan berjalan lancar.

"Sudah tiga kali antre tetap tidak dapat bensin, tapi anehnya untuk pengisian jerigen justru bisa dan dilayani," ujar narasumber dalam narasi video yang beredar di Instagram tersebut.

Kejadian ini pun langsung memancing reaksi keras dari para warganet. Banyak netizen yang menyayangkan sikap dan prioritas pelayanan di SPBU tersebut, mengingat aturan pengisian BBM—terutama BBM bersubsidi menggunakan jerigen seharusnya memiliki regulasi dan batasan yang ketat demi menjaga ketersediaan bagi masyarakat umum.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam netizen yang mendesak pihak manajemen SPBU Cipatujah maupun pihak Pertamina untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan pembenahan total terhadap sistem pelayanan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPBU Cipatujah maupun pihak berwenang terkait kronologi lengkap dan langkah penertiban atas insiden tersebut.