Lambeturah.co.id — Pemerintah Iran kembali melontarkan sindiran terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kali ini, sindiran tersebut diwujudkan melalui papan reklame yang menampilkan sosok mirip Trump seolah-olah berada di balik jeruji besi. Aksi itu menarik perhatian warga di ibu kota Iran, Teheran.

Mengutip laporan Reuters yang diberitakan pada Kamis (22/10/2026), Iran memasang instalasi menyerupai sel penjara di atas sebuah papan reklame. Di dalamnya, seseorang mengenakan topeng berwajah Trump, lengkap dengan rambut pirang khasnya, jas, dan dasi merah.

Sosok tersebut terlihat berjalan di dalam sel buatan sambil memegang jeruji besi. Pemandangan yang tidak biasa itu membuat sejumlah warga Teheran berhenti untuk menyaksikan dan mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.

Instalasi tersebut tidak hanya menampilkan sosok Trump di balik jeruji besi, tetapi juga disertai pesan yang menyinggung serangan militer Amerika Serikat.

Tulisan pada papan reklame itu menyebut dugaan serangan udara di Bandar Kuhestak yang disebut menargetkan sebuah pesta pernikahan menggunakan rudal buatan Amerika Serikat hingga menghancurkan pesta tersebut.

Pesan itu menjadi bagian dari kritik Iran terhadap tindakan militer AS. Namun, klaim mengenai serangan tersebut perlu dilihat berdasarkan verifikasi dan laporan independen yang tersedia.

Aksi tersebut bukan kali pertama Iran menggunakan papan reklame untuk menyampaikan sindiran kepada Trump.

Pada awal Oktober 2026, sejumlah papan reklame berukuran besar di berbagai sudut Teheran juga menampilkan pesan bernada ejekan terhadap pemimpin Amerika Serikat itu.

Salah satu gambar memperlihatkan drone AS yang seolah-olah terinjak sepatu bot seorang tentara Iran. Visual tersebut menggambarkan pesan perlawanan Iran terhadap kekuatan militer Amerika Serikat.

Selain itu, terdapat pula papan reklame yang menampilkan bibir Trump dalam kondisi terjahit, dengan Selat Hormuz digambarkan membungkam mulutnya. Visual tersebut disertai tulisan yang berarti "Di ambang batas".

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang memiliki peranan penting dalam perdagangan energi dunia. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu titik sensitif dalam ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Penggunaan papan reklame dengan visual provokatif menunjukkan bagaimana persaingan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui pernyataan politik dan kekuatan militer, tetapi juga melalui pesan simbolis di ruang publik.