Lambeturah.co.id - Seorang alumni SMAN 2 Bantul menceritakan dirinya sudah menjadi kasus perundungan ketika masih menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Kasus dugaan perundungan itu diceritakan lewat media sosial Threads. Unggahan cerita itu lalu menyebar luas dan memicu perhatian publik.
Dalam akun bernama @gh05tx0, alumni mengunggah foto rekam medis dan menceritakan tekanan psikologis yang disebut dialaminya selama bersekolah. Ia mengaku kondisi itu berdampak pada kesehatan mentalnya hingga akhirnya mendapatkan diagnosis gangguan mental setelah menyelesaikan pendidikan.
Terkait kasus itu, pihak SMAN 2 Bantul akhirnya menyampaikan sikap resmi, pada Jumat (19/6/2026).
Pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada penyintas dan keluarga, sekaligus menegaskan kesiapan untuk mengikuti proses investigasi maupun evaluasi apabila diperlukan.
Kepala SMAN 2 Bantul, Isti Fatimah, menyampaikan langkah itu diambil setelah unggahan soal dugaan perundungan di lingkungan sekolah ramai diperbincangkan publik.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak penyintas, keluarga, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan situasi yang terjadi," ujarnya, dikutip Sabtu (20/6/2026).
"Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.





