Lambeturah.co.id - Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di kawasan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026) malam. Insiden memilukan tersebut mengakibatkan dua orang anak pemilik rumah meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan saat kobaran api membesar.
Kedua korban jiwa diketahui merupakan sepasang kakak beradik berinisial W (14), seorang anak laki-laki, dan adiknya M (11), seorang anak perempuan. Keduanya ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran di sekitar area dapur setelah api berhasil dipadamkan.
Dugaan Penyebab dan Kronologi Pemadaman
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Wahyudi, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu bagian rumah.
"Untuk dugaan awal masih karena korsleting listrik. Korban meninggal dunia ada dua orang, yaitu W usia 14 tahun dan M usia 11 tahun," kata Wahyudi kepada awak media, Minggu (26/7/2026).
Setelah berhasil dievakuasi dari area dapur, kedua jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses autopsi dan penanganan lebih lanjut.
Untuk menanggulangi kobaran api, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran beserta 45 personel ke lokasi kejadian. Petugas berhasil melokalisasi pergerakan api pada pukul 19.51 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan pada pukul 20.05 WIB. Seluruh penanganan dinyatakan selesai secara total pada pukul 21.21 WIB.
Momen Histeris Orang Tua Viral di Media Sosial
Peristiwa tragis ini mendadak menyita perhatian publik setelah rekaman video di lokasi kejadian beredar luas di media sosial Threads via akun @andreetjahyadi. Video tersebut memperlihatkan momen memilukan ketika kedua orang tua korban berusaha menerobos masuk ke dalam rumah yang dipenuhi kobaran api demi menyelamatkan buah hati mereka.
Dalam tayangan tersebut, sang ibu terlihat terkulai lemas di area luar, sementara sang ayah tampak panik dan nekat ingin masuk ke dalam bangunan. Warga sekitar yang berjaga berusaha menahan pasangan suami istri tersebut agar tidak membahayakan keselamatan jiwa mereka.
"Pak, anak saya, Pak!" teriak sang ayah penuh keputusasaan di tengah kerumunan warga.
"Anaknya dua di dalam, belum keluar itu!" sahur warga lain yang ikut panik menyaksikan kejadian tersebut.





