Lambeturah.co.id — Sebuah potret perjuangan menyentuh hati datang dari seorang mahasiswi baru Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Demi masa depan dan cita-citanya, mahasiswi bernama Nenik Agung ini rela memanjat pohon hanya untuk mendapatkan sinyal internet agar bisa mengikuti wawancara online penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kisah inspiratif ini mendadak viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram resmi Biro Akademik dan Kemahasiswaan Undana (@bak.undanaofficial). Dalam unggahan tersebut, terlihat kegigihan Nenik yang tidak menjadikan keterbatasan infrastruktur di daerahnya sebagai penghalang untuk melangkah ke perguruan tinggi.

Lolos Jalur SNBT 2026

Nenik Agung merupakan mahasiswi baru yang dinyatakan lulus di Undana melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Ia diterima di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Namun, kegembiraan lolos seleksi tersebut langsung diuji dengan kendala klasik yang masih sering dihadapi oleh anak-anak di daerah pelosok: keterbatasan akses internet. Saat jadwal wawancara penentuan tarif UKT tiba, sinyal di wilayah tempat tinggal Nenik tidak mendukung.

Tak kehilangan akal dan enggan menyerah pada keadaan, Nenik memutuskan untuk mencari tempat yang lebih tinggi dengan memanjat pohon demi mengamankan jaringan internet yang stabil selama proses wawancara berlangsung.

Menuai Simpati dan Apresiasi Luas

Aksi heroik dan penuh tekad dari Nenik Agung langsung memicu gelombang simpati dan pujian dari warganet. Banyak yang merasa terharu sekaligus tertampar oleh gigihnya perjuangan Nenik demi mengenyam bangku kuliah.

Pihak kampus Undana secara terbuka memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh mahasiswi barunya tersebut.

"Di tengah keterbatasan akses internet yang dihadapi, Nenik Agung tetap menunjukkan semangat dan tekad yang luar biasa... Perjuangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita," tulis pihak Undana dalam keterangan resminya.

Pihak universitas juga menyemangati Nenik agar optimisme ini terus dijaga selama menempuh perjalanan akademik di Kampus Universitas Nusa Cendana. "Jarak dan keterbatasan tidak akan mampu mengalahkan tekad untuk belajar dan meraih impian," pungkasnya.

Kisah Nenik Agung kini menjadi simbol sekaligus pengingat nyata bagi banyak pihak mengenai pentingnya pemerataan akses digital dan internet di seluruh pelosok Indonesia, khususnya untuk mendukung sektor pendidikan. Selamat berjuang di bangku kuliah, Nenik Agung!