Lambeturah.co.id – Suami penyanyi Siti Badriah, Krisjiana Baharudin, mengambil keputusan untuk menjalani prosedur vasektomi. Tindakan medis tersebut dilakukan di Mandaya Royal Hospital Puri pada Rabu (16/9).

Prosedur tersebut dilakukan langsung oleh dokter spesialis urologi Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS.

Keputusan Krisjiana menjalani vasektomi kemudian menjadi sorotan karena ia secara terbuka menjelaskan alasan di balik pilihannya. Bagi Krisjiana, keputusan tersebut bukan berkaitan dengan persoalan kejantanan, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai seorang suami.

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen bagi pria. Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan menutup saluran vas deferens, yakni saluran yang mengalirkan sperma dari testis.

Ia menilai, setelah melihat berbagai pengorbanan yang dilakukan sang istri, tidak ada salahnya dirinya mengambil keputusan terkait kontrasepsi dalam rumah tangga.

Krisjiana juga menyinggung bagaimana Siti Badriah harus mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya selama mengandung dan melahirkan.

Dengan ditutupnya saluran tersebut, sperma tidak lagi bercampur dengan air mani saat ejakulasi sehingga proses pembuahan tidak dapat terjadi. Meski demikian, vasektomi tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, gairah seksual, kemampuan ereksi maupun ejakulasi pria.

Menurut Krisjiana, pengorbanan dalam sebuah pernikahan seharusnya tidak hanya dibebankan kepada salah satu pihak.

“Dalam pernikahan, pengorbanan seharusnya tidak berjalan satu arah. Kalau sudah sepakat memutuskan untuk tidak hamil lagi, stop bebankan semua pada istri. Biarlah kita para suami yang ambil bagian saat ini,” tuturnya.

Krisjiana: Bukan Soal Kejantanan

Krisjiana kemudian menegaskan bahwa vasektomi yang dijalaninya tidak ia anggap sebagai persoalan kehilangan kejantanan.

Baginya, keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan terhadap tubuh dan keputusan sang istri.

“Vasektomi itu bukan tentang siapa yang lebih banyak berkorban. Bukan tentang kehilangan kejantanan juga. Ini tentang tanggung jawab. Tentang menghargai tubuh dan keputusan pasangan,” jelas Krisjiana.

Ia juga menggambarkan keputusan tersebut sebagai bentuk pembuktian cinta kepada Siti Badriah. Menurutnya, cinta tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan.

Krisjiana mengatakan, ketika sang istri merasa sudah cukup memiliki anak, dirinya merasa sudah waktunya mengambil bagian dalam keputusan terkait kontrasepsi keluarga.

“Tentang cinta yang gak cuma diucapkan, tapi juga dibuktikan karena kalau istri udah bilang, ‘Aku sudah cukup’, maka sebaliknya sebagai suami. Mungkin sudah waktunya gua berkata, ‘Kalau gitu, biar aku yang ambil tanggung jawab selanjutnya’,” ungkapnya.

Siti Badriah pun memberikan respons positif atas keputusan sang suami. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Krisjiana.

“Beruntung aku punya kamu sayang, terima kasih,” ujar Siti Badriah.

Apa Itu Vasektomi?

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen bagi pria. Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan menutup saluran vas deferens, yakni saluran yang mengalirkan sperma dari testis.

Dengan tindakan tersebut, sperma tidak lagi bercampur dengan air mani saat ejakulasi sehingga proses pembuahan tidak dapat terjadi.

Vasektomi juga tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, gairah seksual, kemampuan ereksi maupun kemampuan ejakulasi pria.

Prosedurnya relatif singkat, yakni sekitar 15 hingga 30 menit, dan dapat dilakukan menggunakan bius lokal sehingga pasien umumnya tidak perlu menjalani rawat inap. Pemulihan juga relatif cepat, dengan sebagian besar pasien dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari.

Efek Kontrasepsi Tidak Langsung Terjadi

Meski memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, vasektomi tidak langsung memberikan efek kontrasepsi setelah prosedur dilakukan.

Pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan analisis sperma untuk memastikan tidak terdapat lagi sperma dalam air mani.

Vasektomi juga bersifat permanen. Meskipun penyambungan kembali saluran vas deferens dimungkinkan, prosedur tersebut tidak selalu berhasil mengembalikan kesuburan.

Karena itu, keputusan menjalani vasektomi perlu dipertimbangkan secara matang, dikonsultasikan dengan dokter spesialis urologi, serta didiskusikan bersama pasangan.

Keputusan Krisjiana ini pun menjadi bagian dari perjalanan rumah tangganya bersama Siti Badriah. Alih-alih melihat kontrasepsi sebagai tanggung jawab istri semata, Krisjiana memilih mengambil peran secara langsung setelah keduanya memutuskan untuk tidak menambah keturunan.

Bagi Krisjiana, vasektomi bukan sekadar prosedur medis, tetapi juga cara untuk menunjukkan tanggung jawab dan menghargai keputusan bersama dalam rumah tangga.

Pusat Urologi Mandaya Royal Hospital Puri

Selain layanan kesehatan reproduksi pria seperti vasektomi, Pusat Urologi Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan untuk berbagai kondisi urologi pada anak maupun dewasa.

Layanan tersebut mencakup penanganan batu ginjal, gangguan prostat, masalah saluran kemih, gangguan fungsi kandung kemih, kanker urologi hingga transplantasi ginjal.

Penanganan pasien didukung dokter spesialis urologi dan tim subspesialis dengan bidang keahlian, antara lain urologi onkologi, urologi andrologi, urologi pediatrik, serta urologi fungsional, perempuan dan neuro-urologi.

Dengan keputusan menjalani vasektomi tersebut, Krisjiana Baharudin sekaligus menyampaikan pesan mengenai pembagian tanggung jawab dalam keluarga. Ia memilih mengambil bagian dalam urusan kontrasepsi setelah melihat perjuangan Siti Badriah selama mengandung dan melahirkan kedua anak mereka.

Bagi Krisjiana, keputusan itu bukan tentang kejantanan, melainkan tentang tanggung jawab, cinta, dan penghormatan terhadap pasangan.