Lambeturah.co.id - Jagad media sosial kembali dihebohkan oleh aksi kekerasan dan dugaan premanisme juru parkir (jukir) liar di Kota Surabaya. Seorang pengendara mobil menjadi korban penganiayaan berupa pemukulan hingga diludahi oleh jukir liar di depan minimarket Lawson, Jalan Dharmahusada, Surabaya, pada Senin (7/9/2026).

Korbannya adalah Immanuel (23) dan rekannya, Marvell (22). Insiden penganiayaan tersebut dipicu karena korban menolak memberikan uang parkir di lokasi yang secara jelas tertera keterangan parkir gratis.

Bermula dari Penolakan Parkir Gratis

Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika Immanuel usai berbelanja dan hendak keluar dari area minimarket menggunakan mobilnya. Saat hendak berputar balik di jalan raya, seorang pria yang beraksi sebagai 'polisi cepek' atau jukir liar mendatangi kendaraan korban untuk meminta uang parkir.

Immanuel yang mengetahui minimarket tersebut membebaskan biaya parkirditambah sang jukir tidak memakai rompi resmi maupun memiliki karcismemilih untuk tidak memberikan uang. Namun, penolakan tersebut memicu emosi pelaku.

Jukir liar tersebut lantas mengumpat sambil mengacungkan jari tengah ke arah korban. Tak berhenti di situ, saat korban membuka kaca mobil untuk mempertanyakan aksi arogan tersebut, pelaku langsung menahan jendela mobil dan meludahi wajah Immanuel.

"Sewaktu mau putar balik, dia lari-lari mau meminta uang. Tapi saya tahu dia jukir liar karena di minimarket itu jelas-jelas tertera tulisan parkir gratis," kata Immanuel saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

"Saya akhirnya buka kaca, saya tanya ‘maksudmu apa?’. Akhirnya adu mulut, terus tiba-tiba dia nahan pintu jendela mobil saya, terus saya diludahi kena mukaku. Tapi karena saya mau jemput teman, akhirnya saya tinggal," tambahnya.

Niat Mediasi Baik-baik Malah Dikeroyok

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Immanuel kembali mendatangi minimarket tersebut sekitar pukul 14.00 WIB pada hari yang sama. Ia mengajak temannya, Marvell (22), dengan niat bermediasi dan menyelesaikan masalah secara kepala dingin.

Sayangnya, iktikad baik korban justru direspons secara reaktif oleh pelaku. Saat diingatkan bahwa parkir di tempat tersebut gratis, jukir liar itu justru semakin emosi dan mendadak melayangkan pukulan fisik ke arah korban.

"Saya awalnya bilang baik-baik, tapi dia (jukir) ngegas terus. Terus saya bilang ‘loh kan parkir di sini ancen (memang) gratis, maksudmu opo?’ tapi dia masih ngegas. Terus saya sempat lihat HP, tiba-tiba dia pukul wajah saya," paparnya.

 Akibat pemukulan secara tiba-tiba tersebut, Immanuel mengalami luka akibat pukulan di bagian kepala, wajah, hingga kaki. Aksi penganiayaan berhenti setelah warga dan pengunjung minimarket di sekitar lokasi berhamburan melerai kedua pihak.

Dilaporkan ke Polsek Gubeng

Atas kejadian kekerasan yang dialaminya, Immanuel langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gubeng untuk membuat laporan polisi resmi.

"Sudah laporan ke Polsek Gubeng. Saya sering ke minimarket tersebut, sekitar 10 kali datang ke sana tapi baru dua kali bertemu dia. Baru kali ini sampai adu fisik," tegas Immanuel.

Unggahan mengenai insiden kekerasan ini pun viral di media sosial Instagram dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. Publik turut mengapresiasi respons cepat dari jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dalam menindaklanjuti aksi jukir liar yang meresahkan warga Kota Pahlawan tersebut.