Lambeturah.co.id - Seorang mahasiswa berinisial IM (23) di Kota Semarang, Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi setelah terbukti menggadaikan puluhan sepeda motor milik teman kampus, pacar, hingga sejumlah kenalannya.
Pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang itu berhasil menggadaikan sekitar 40 unit sepeda motor dalam kurun waktu satu bulan. Dari aksi tersebut, ia memperoleh keuntungan mencapai Rp135 juta.
Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Nur Azam Makhrus, menjelaskan bahwa pelaku tidak menggunakan uang hasil kejahatannya untuk membayar utang. Sebagian dana justru digunakan untuk kebutuhan pribadi dan bersenang-senang.
"Kalau dari awal itu sekitar Rp135 juta. Tidak ada motif terlilit utang. Uangnya digunakan untuk menutup pembayaran sewa motor kepada sebagian korban, kebutuhan sehari-hari, dan untuk hiburan," ujar Azam, Selasa (9/6/2026).
Menurut polisi, salah satu motor yang digadaikan ternyata milik pacar pelaku sendiri. Selain untuk kebutuhan pribadi, uang hasil menggadaikan kendaraan korban juga digunakan untuk mengakses layanan di aplikasi MiChat.
Polisi menyebut belum menemukan indikasi dana tersebut digunakan untuk aktivitas karaoke. Namun, penyidik mengonfirmasi adanya penggunaan uang untuk layanan yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut.
Saat ini, IM telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Ngaliyan sejak Senin (8/6/2026). Saat diperlihatkan kepada publik, tersangka mengenakan pakaian tahanan berwarna biru dongker lengkap dengan borgol di kedua tangannya.
Pelaku sebelumnya ditangkap oleh aparat kepolisian pada Kamis (4/6/2026) di sebuah perumahan di wilayah Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka menawarkan skema penyewaan motor kepada para korban dengan iming-iming uang sewa sebesar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per hari. Setelah berhasil menguasai kendaraan, pelaku kemudian menggadaikannya kepada pihak lain dengan nilai antara Rp6 juta hingga Rp12 juta per unit.
Polisi masih terus melakukan pengembangan kasus guna menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta keberadaan sejumlah kendaraan yang belum berhasil ditemukan.




