Lambeturah.co.id - Kasus pembunuhan tragis mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Seorang bidan bernama Murtafia Rafika Dewi (34), yang bekerja di RSUD Besuki, ditemukan tewas di sebuah saluran drainase di wilayah Kecamatan Banyuglugur.
Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Ahmad Rizky Hidayaturrahman (32). Polisi mengungkap, pelaku diduga nekat menghabisi nyawa istrinya karena dipicu rasa cemburu dan sakit hati.
Jasad korban ditemukan pada Sabtu malam (6/6/2026) di saluran air yang berada di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Saat ditemukan, tubuh korban berada di dalam selokan dan tertutupi potongan batang pohon.
Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga sekitar, terutama karena lokasi penemuan berada di kawasan Jalan Raya Pantura Situbondo yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso membenarkan penemuan jasad perempuan tersebut. Menurutnya, terungkapnya kasus ini berawal dari pelaku yang menyerahkan diri ke Polda Jawa Timur setelah melakukan pembunuhan.
"Setelah kami melakukan penelusuran berdasarkan keterangan pelaku, ternyata benar ditemukan jasad korban di lokasi yang dimaksud," ujar AKP Teguh Santoso.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan visum, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala yang diduga menjadi penyebab kematiannya. Polisi menyebut pelaku diduga menggunakan batu untuk menghabisi nyawa korban.
Setelah melakukan aksinya, pelaku diduga membuang jasad istrinya ke saluran drainase di Jalan Raya Pantura, Desa Kalianget, untuk menghilangkan jejak kejahatan. Tidak lama setelah itu, pelaku mendatangi Polda Jawa Timur dan menyerahkan diri.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat mengatakan, status pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif pasti yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.
Dugaan sementara, tindakan pelaku dipicu oleh rasa cemburu terhadap korban. Namun, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan motif serta kronologi lengkap kejadian.
Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.





