Lambeturah.co.id - Timnas Indonesia berhasil memastikan langkah ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada Kamis (1/10/2026) malam.

Kemenangan tersebut membuat skuad Garuda finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Indonesia juga mengungguli Malaysia yang pada laga lainnya berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 6-0, tetapi kalah dalam selisih gol.

Di balik kemenangan besar tersebut, pelatih Timnas Indonesia John Herdman justru menyoroti persoalan serius yang dialami sejumlah pemainnya di media sosial.

Pelatih asal Inggris itu mengungkapkan bahwa beberapa pemain Timnas Indonesia mendapatkan ancaman pembunuhan melalui media sosial. Herdman mengaku terkejut mengetahui adanya perlakuan tersebut.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menjadikan pemain sebagai sasaran perundungan, terutama ketika tim sedang berada dalam situasi sulit.

Menurut Herdman, para pemain Timnas Indonesia datang dengan tujuan memberikan kebahagiaan dan prestasi bagi sepak bola Tanah Air. Bahkan, sejumlah pemain rela menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi dapat memperkuat skuad Garuda.

Namun, Herdman menyayangkan masih ada pemain yang justru mendapatkan celaan dan hinaan ketika performa tim tidak sesuai harapan.

"Mereka tidak berada di sini untuk media sosial. Mereka berada di sini untuk kalian semua," ujar Herdman.

Herdman menilai kritik terhadap pemain merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Meski demikian, kritik tersebut seharusnya tidak berubah menjadi penghinaan, perundungan, apalagi ancaman.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai pernyataan atau informasi mengenai pemain Timnas Indonesia yang beredar di media sosial.

"Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar," katanya.

Herdman menegaskan bahwa perundungan secara online bukan persoalan sepele. Menurut dia, orang yang melontarkan hinaan dari balik layar mungkin tidak menyadari dampak psikologis yang ditimbulkan kepada korbannya.

"Perundungan secara online itu tidak benar. Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," tutur Herdman.

Ia kemudian mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan kepada para pemain, baik ketika Timnas Indonesia meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.

Herdman juga kembali menyinggung ancaman pembunuhan yang diterima sejumlah pemainnya. Ia meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan. Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia," pungkas John Herdman.