Lambeturah.co.id - Penjualan bendera Merah Putih dan pernak-pernik kemerdekaan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia di Kota Malang, Jawa Timur, tahun ini anjlok dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah pedagang bahkan memilih berhenti berjualan karena omzet dan keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya serta waktu berjualan.

Salah satunya dialami Amirudin, warga Kotalama, Kota Malang, yang mulai berjualan bendera sejak 25 Juli 2026.

Ia menyediakan berbagai perlengkapan untuk menyambut perayaan kemerdekaan, mulai dari bendera standar, umbul-umbul, background, hingga bendera untuk aksesori mobil.

Sepinya pembeli membuat Amirudin memutuskan berhenti berjualan mulai Sabtu (15/8/2026). Ia menilai, bertahan hingga mendekati perayaan 17 Agustus tidak lagi sebanding dengan hasil yang diperoleh.

“Besok saya berhenti jualan karena sudah enggak laku. Mending tidur saja, atau cari kerja lain," ucap Amirudin.

Penurunan penjualan tersebut, menurut Amirudin, tidak hanya terjadi di lapaknya. Enam anak buahnya yang disebar ke sejumlah lokasi juga mengeluhkan kondisi serupa.