Lambeturah.co.id - Legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia di masa depan. Mantan striker Timnas Spanyol itu menyatakan dirinya terbuka terhadap peluang melatih skuad Garuda jika kesempatan tersebut datang.
Pernyataan tersebut disampaikan Raul saat berkunjung ke Jakarta bersama mantan penyerang Timnas Spanyol lainnya, David Villa. Keduanya hadir dalam sejumlah agenda sepak bola yang menjadi bagian dari semarak Piala Dunia 2026.
Raul mengaku kunjungannya ke Indonesia merupakan pengalaman pertamanya. Selain menghadiri berbagai kegiatan sepak bola, ia juga menjadi narasumber dalam sebuah podcast olahraga yang membahas perkembangan sepak bola Indonesia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Raul meniti karier sebagai pelatih. Ia menangani Real Madrid Castilla, tim kedua Real Madrid, selama enam musim sejak 2019 hingga Juni 2025. Selama menukangi Castilla, Raul berhasil mempersembahkan gelar UEFA Youth League musim 2019/2020.
Saat ini, pria berusia 48 tahun tersebut sedang tidak terikat dengan klub atau tim mana pun. Karena itu, ia mengaku siap menerima tantangan baru sebagai pelatih.
“Sekarang saya bebas dan sedang menunggu kesempatan untuk melatih lagi,” ujar Raul.
Mantan kapten Real Madrid itu kemudian secara terbuka menyebut Indonesia sebagai salah satu kemungkinan destinasi kariernya di masa depan.
“Mungkin di sini, di Indonesia, kenapa tidak? Mungkin dalam empat atau lima tahun ke depan menjadi pelatih tim nasional Indonesia, kenapa tidak?” kata Raul.
Raul juga menyinggung keberhasilan rekannya sesama legenda Spanyol, Luis Milla, yang pernah menangani Timnas Indonesia. Ia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Milla sejak masih bermain bersama di Real Madrid.
“Luis Milla adalah teman saya. Saya bermain bersamanya di Real Madrid pada musim 1994/1995 ketika saya menjalani debut di liga,” ungkapnya.
Selain berbicara soal peluang melatih Timnas Indonesia, Raul turut memberikan pandangannya mengenai perkembangan sepak bola Tanah Air. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang dan mewujudkan impian tampil di Piala Dunia.
“Indonesia memiliki semangat yang luar biasa terhadap sepak bola. Saya pikir tujuan utama Indonesia adalah bermain di Piala Dunia. Itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Namun, Raul menegaskan bahwa mimpi tersebut tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan proses pembinaan yang berkelanjutan. Ia menilai pengembangan pemain muda harus menjadi fokus utama jika Indonesia ingin bersaing di level dunia.
“Mimpi bisa menjadi kenyataan, tetapi harus dibarengi kerja keras dan proses yang baik untuk meningkatkan kualitas pemain muda,” jelasnya.
Raul juga menyoroti pentingnya pembinaan sepak bola dari level akar rumput. Menurutnya, Indonesia sudah memiliki sejumlah faktor pendukung seperti infrastruktur, antusiasme masyarakat, serta dukungan dari federasi dan pemangku kepentingan sepak bola.
“Saya melihat Indonesia memiliki infrastruktur, orang-orang yang mencintai sepak bola, pemilik klub, dan federasi. Namun, pengembangan sepak bola akar rumput harus terus menjadi fokus agar talenta muda bisa berkembang dengan baik,” tutup Raul.





