Lambeturah.co.id - Penanganan masa tanggap darurat bencana akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung.
Selain dari pemerintah, bantuan juga datang dari sesama warga untuk saling membantu satu sama lain.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT yang memberikan barang-barang dagangannya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Hal ini terungkap dalam video yang diunggah oleh akun Threads @kang_iman. “Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulisnya dalam keterangan unggahan, dikutip pada Rabu, 19 Agustus 2026.
“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” tambahnya.
Disisi lain, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga meminta agar pelaku usaha khususnya pengusaha kelontong atau warung sembako agar saling berbagi di tengah bencana gempa bumi.
"Saya minta pengusaha yang punya toko sembako tolong bantu para korban. Nanti kita pemerintah atur pembayarannya," ucap Melki dalam rapat koordinasi penanganan Gempa Bumi NTT di Kupang, pada Minggu (16/8/2026).
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dan laut.
“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, pada Senin (17/8/2026).





