Lambeturah.co.id - Keputusan mengejutkan mewarnai panggung musik internasional. Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, resmi dikeluarkan dari rangkaian tur konser penyanyi Ed Sheeran. Langkah ini diambil usai aksi panggung Macklemore yang menyuarakan dukungan untuk Palestina memicu aksi boikot dari sejumlah pemilik venue besar di Amerika Serikat.

Prahara ini bermula saat Macklemore tampil sebagai penyanyi pembuka dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Di hadapan 80 ribu penonton, rapper bernama asli Benjamin Haggerty tersebut mengenakan keffiyeh, menampilkan rekaman visual dari Gaza, dan membawakan lagu "Hind's Hall" karya yang ia dedikasikan untuk aksi mahasiswa menentang agresi militer di Gaza.

Tak hanya itu, Macklemore melontarkan orasi yang menyerukan kemerdekaan bagi wilayah yang tengah dilanda konflik.

"Kepada rakyat di Gaza hingga ke Tepi Barat yang diduduki, ketahuilah bahwa kami tidak melupakan kalian... Saya menyerukan: Free Palestine, Free Lebanon, Free Cuba, Kongo, Sudan, Iran," tegas Macklemore di panggung. Ia juga menyatakan bahwa mengkritik kebijakan pemerintah Israel dan menentang genosida bukanlah aksi membenci komunitas Yahudi.

Tekanan Miliarder dan Ultimatum Boikot

Aksi panggung tersebut berbuntut panjang. Pemilik klub New England Patriots sekaligus pengelola Gillette Stadium, Robert Kraft, diduga menggalang gerakan boikot bersama sejumlah pemilik stadion lainnya. Kraft melayangkan ultimatum kepada Ed Sheeran bahwa turnya tidak akan diizinkan tampil di venue mereka jika Macklemore tetap diikutsertakan.

Kraft menilai narasi dan panggung Macklemore melukai perasaan komunitas Yahudi secara mendalam, walau ia mengklaim keputusan ini bukan untuk membungkam advokasi warga Palestina.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Macklemore mengungkapkan bahwa ia dan Ed Sheeran sempat berdiskusi sengit, namun Sheeran memilih untuk mengambil posisi apolitik demi kelangsungan tur dan kenyamanan penggemar. Perusahaan penyelenggara tur, Messina Touring Group, akhirnya mengonfirmasi pencoretan nama Macklemore.

Gelombang Mundur Artis dan Musik Pengiring

Sikap penolakan terhadap pemecatan Macklemore menjalar cepat. Sejumlah musisi pendukung dan band pengiring Ed Sheeran memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas.

·         Finneas (produser dan kakak Billie Eilish) mengundurkan diri dari jadwal tur di Amerika Latin. "Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk orang-orang yang tertindas," tulisnya di Instagram.

·         Aaron Rowe, penyanyi asal Irlandia, batal tampil di sepuluh tanggal tur Amerika Utara.

·        Lukas Graham dan Beoga (band pengiring Sheeran selama 10 tahun) turut hengkang. Lukas Forchhammer, vokalis Lukas Graham, menegaskan bahwa uang tidak boleh menentukan siapa yang berhak bicara soal kemanusiaan.

Kritik keras juga berdatangan dari tokoh publik seperti kreator konten anak Ms. Rachel, penyanyi Kehlani, hingga Anggota Kongres AS Pramila Jayapal, yang menyayangkan sikap Sheeran karena dinilai tunduk pada tekanan pemilik modal.

Klarafikasi Ed Sheeran dan Sikap Macklemore

Menanggapi polemik yang membesar, Ed Sheeran menyampaikan klarifikasi bahwa keputusan pencoretan murni berasal dari promotor dan pemilik venue, bukan dari dirinya pribadi. Sheeran mengaku memilih bersikap netral untuk menjaga platform musiknya serta melindungi mata pencaharian ratusan kru yang bergantung pada tur tersebut.

Di sisi lain, Macklemore menegaskan sama sekali tidak menyesali aksinya. Bagi sang rapper, korban sejati dari situasi ini bukanlah dirinya maupun Ed Sheeran, melainkan rakyat Palestina. Ia menegaskan menyuarakan keadilan bagi warga yang tertindas adalah kewajiban moral yang tidak bisa ditawar.