Lambeturah.co.id – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tak menghalangi kreativitas TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui Korem 051/Wijayakarta, sebuah kawasan yang sebelumnya terbengkalai di lingkungan Kodim 0507/Kota Bekasi, Jawa Barat, dimanfaatkan menjadi pusat pertanian terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Menariknya, pengembangan kawasan produktif tersebut tidak hanya memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga mengoptimalkan berbagai ruang yang sebelumnya tidak digunakan, termasuk rooftop bangunan hingga galon air mineral bekas yang dijadikan media tanam.
Di atas lahan seluas kurang lebih setengah hektare, berbagai komoditas pangan dikembangkan untuk mendukung ketersediaan bahan pangan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Kawasan yang sebelumnya dipenuhi sampah tersebut kini dimanfaatkan untuk membudidayakan sayuran, buah-buahan, ikan, hingga ayam petelur.
Dari Lahan Terbengkalai Menjadi Kebun Produktif
Salah satu hal menarik dari kawasan ketahanan pangan ini adalah pemanfaatan sumber daya sederhana menjadi fasilitas produksi pangan.
Pada sektor pertanian, jajaran TNI mengembangkan perkebunan pisang dengan jumlah sekitar 70 hingga 80 pohon, berbagai jenis sayuran, serta tanaman yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik.
Tidak hanya mengandalkan lahan tanah, pengelola juga memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai wadah untuk menanam berbagai komoditas pertanian.
Pemanfaatan barang bekas tersebut menjadi contoh penerapan konsep pertanian perkotaan atau urban farming yang dapat dilakukan tanpa memerlukan lahan luas maupun peralatan mahal.
Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, ruang-ruang terbatas di lingkungan perkotaan dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan.
Rooftop Disulap Jadi Peternakan Ayam
Inovasi Korem 051/Wijayakarta juga terlihat dari pemanfaatan area rooftop gedung Kodim 0507/Kota Bekasi sebagai lokasi peternakan.
Di bagian atap bangunan tersebut, ratusan ayam petelur dipelihara sebagai bagian dari pengembangan sektor peternakan terpadu.
Sementara itu, pada sektor perikanan, pengelola mengembangkan empat kolam budidaya dengan jumlah sekitar 30.000 ikan lele dan patin.
Integrasi antara pertanian, perikanan, dan peternakan memungkinkan kawasan tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan dalam satu lokasi.
Konsep ini memperlihatkan bahwa keterbatasan ruang bukan berarti terbatasnya peluang untuk mengembangkan kegiatan produktif.
Bahkan, area yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat dioptimalkan menjadi bagian dari sistem produksi pangan apabila dikelola dengan perencanaan yang baik.
Masyarakat Ikut Diberdayakan
Pengembangan kawasan ketahanan pangan ini tidak hanya ditujukan untuk kegiatan produksi pangan di lingkungan satuan TNI.
Korem 051/Wijayakarta melalui Kodim 0507/Kota Bekasi juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pelatihan berkebun maupun beternak.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai metode budidaya yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Mulai dari memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, menggunakan barang bekas sebagai media tanam, hingga mengembangkan kegiatan budidaya ikan dan peternakan sesuai dengan kondisi lingkungan.
Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif.
Dengan demikian, manfaat program ketahanan pangan tidak hanya terbatas di lingkungan satuan TNI, tetapi juga berpotensi berkembang ke kawasan permukiman warga.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pertanian terpadu di Kodim 0507/Kota Bekasi merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan tidak produktif untuk mendukung ketahanan pangan.
Dalam pemberitaan tersebut, program ini dijelaskan sebagai bagian dari tindak lanjut inisiatif jajaran Kodam Jaya dalam mendukung program ketahanan pangan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan.
Pengembangan kawasan produktif tersebut turut melibatkan kerja sama dengan instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi.
Melalui pendekatan pertanian terpadu, pemanfaatan lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat menjadi salah satu contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis lingkungan.
Keberadaan kawasan ini juga memberikan gambaran bahwa upaya mendukung kemandirian pangan tidak selalu harus dimulai melalui pembangunan pertanian berskala besar.
Pemanfaatan pekarangan, lahan kosong, barang bekas, hingga ruang bangunan yang memungkinkan untuk kegiatan budidaya dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi pangan di tingkat lokal.
Inisiatif Korem 051/Wijayakarta melalui Kodim 0507/Kota Bekasi sekaligus menjadi contoh keterlibatan TNI dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di luar tugas utamanya di bidang pertahanan.
Melalui pengembangan kawasan produktif dan pelatihan keterampilan kepada warga, program tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.





