Lambeturah.co.id - Aksi pencopetan menimpa seorang pengunjung toko peralatan kecantikan Oh Some di Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi lihai terduga pelaku perempuan bermasker tersebut kini mendadak viral di media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas di platform Threads, peristiwa tersebut terjadi pada kurun waktu siang hari sekitar pukul 14.00 WIB. Terduga pelaku yang mengenakan masker, baju, serta celana warna hitam awalnya tampak mondar-mandir berpura-pura melihat barang di antara rak toko.

Pelaku kemudian membuntuti korban, seorang remaja perempuan berinisial NNW (20) asal Semper Barat, Cilincing, yang tengah fokus memilih barang. Memanfaatkan kelengahan korban yang menyelempangkan tasnya agak ke bagian belakang tubuh, pelaku dengan cepat menggasak satu unit ponsel merek iPhone 16 Pro Max dari dalam tas korban sebelum akhirnya melangkah pergi melarikan diri.

Melalui unggahan di media sosial, pihak korban mengimbau masyarakat dan kerabat agar mewaspadai potensi penyalahgunaan nomor maupun akun miliknya. Korban meminta siapapun untuk memperingatkan rekan-rekan agar tidak merespons jika ada pesan mencurigakan yang meminta transfer uang atau pinjaman dana atas namanya.

Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

Menanggapi video viral tersebut, jajaran Satreskrim Polsek Kelapa Gading langsung menerjunkan tim ke Lokasi Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP awal serta memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV toko.

"Menanggapi kejadian viral di media sosial terkait aksi pencopetan yang diduga dilakukan oleh seorang wanita, kami dari Satreskrim Polsek Kelapa Gading sedang melaksanakan penyelidikan terhadap wanita tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, Iptu Rizki Ardiza Prawira, Senin (12/10/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku tunggal. Meski pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengumpulkan bukti awal, korban tercatat masih belum membuat laporan polisi resmi.

Pihak kepolisian pun mengimbau korban untuk segera membuat laporan resmi guna melengkapi proses hukum serta mempermudah pengejaran terhadap pelaku.