Lambeturah.co.id – Sebuah video memperlihatkan aksi dramatis puluhan emak-emak yang rela berlarian hingga saling berebut antrean demi mendapatkan gas Elpiji 3 kg mendadak viral di media sosial. Fenomena ini memicu keprihatinan sekaligus sorotan tajam dari warganet terkait distribusi gas bersubsidi yang dinilai masih karut-marut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kronologi Kejadian: Berlari Bak Lomba Maraton
Dalam video singkat terlihat suasana tegang saat sebuah truk pengangkut gas Elpiji 3 kg tiba di lokasi. Belum sempat tabung-tabung gas diturunkan dengan rapi, puluhan warga yang didominasi oleh emak-emak langsung berlarian kencang dari berbagai arah.
Sambil menenteng tabung gas kosong di tangan mereka, para warga tampak saling mendahului agar bisa menempati barisan paling depan. Suasana riuh dan penuh kepanikan pun tak terhindarkan karena khawatir tidak kebagian kuota "si melon" bersubsidi tersebut.
"Perjuangan emak-emak demi dapur tetap ngebul. Sampai harus lari-lari begitu cuma buat dapat gas 3 kg," tulis salah satu komentar warganet yang prihatin melihat kondisi tersebut.
Sentilan Warganet Terkait Distribusi Elpiji Subsidi
Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam komentar dari masyarakat luas. Banyak warganet yang menyayangkan mengapa komoditas dasar seperti gas Elpiji 3 kg masih harus didapatkan dengan cara yang begitu menyulitkan rakyat kecil.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan netizen antara lain:
• Kelangkaan Pasokan: Warga mempertanyakan mengapa pasokan di daerah sering kali menipis hingga memicu kepanikan.
• Sistem Distribusi yang Lemah: Desakan agar pihak terkait (Pertamina dan pemerintah daerah) memperketat pengawasan agen agar Elpiji subsidi tepat sasaran dan tidak ditimbun.
• Faktor Psikologis Warga: Kepanikan (panic buying) diduga menjadi pemicu warga rela berebut karena takut kehabisan stok untuk kebutuhan memasak harian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina setempat maupun pemerintah daerah Banggai mengenai kelangkaan atau skema distribusi Elpiji 3 kg di wilayah Simpang Raya tersebut. Namun, video ini menjadi alarm keras bahwa urusan isi dapur masyarakat kecil masih memerlukan pembenahan serius dari pihak-pihak terkait.





