Lambeturah.co.id - Kasus perundungan terhadap seorang siswi SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban tampak dikelilingi sejumlah siswi yang diduga melakukan aksi perundungan di dalam kelas.
Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kasus ini melibatkan 10 siswi yang diduga melakukan perundungan terhadap korban.
Kepala SMPN 1 Rappang, Rahmat Perdana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian berlangsung di dalam ruang kelas saat jam istirahat pada Jumat (9/10/2026).
"Benar, itu ada kejadian (bully) yang terjadi," ujar Rahmat kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Rahmat, 10 siswi yang diduga terlibat berasal dari kelas VII dan IX. Perundungan tersebut diduga dipicu kesalahpahaman dan isu yang beredar di antara para siswa.
Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan secara rinci penyebab kejadian karena keterangan dari para siswa masih berbeda-beda.
"Keterangan dari anak-anak masih berbeda-beda versi. Namun, pemicunya salah paham atau gosip-gosip begitu," ungkapnya.
Sekolah Gelar Mediasi, Orang Tua Pilih Jalur Hukum
Pihak sekolah telah melakukan mediasi dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani kasus tersebut. Koordinasi melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta orang tua siswa yang terkait.
Namun, orang tua korban menginginkan agar kasus perundungan tersebut diproses melalui jalur hukum.
Rahmat menjelaskan, pihak sekolah kini memprioritaskan pendampingan bagi para siswa yang terlibat, termasuk memastikan kondisi psikologis mereka tetap diperhatikan dan hak pendidikan tetap terpenuhi.
"Penanganan kasus pidananya sudah diserahkan ke pihak berwenang, sehingga sekolah berfokus memastikan hak pendidikan dan kondisi psikis anak-anak ini tetap tertangani dengan baik," paparnya.
Video Perundungan Viral di Media Sosial
Dalam video yang beredar di media sosial, korban yang mengenakan kaus merah muda dan jilbab cokelat terlihat berada di sudut ruang kelas sambil menutupi wajahnya dengan tangan.
Sejumlah siswi tampak mengelilingi korban. Beberapa di antaranya terlihat menunjuk korban dan diduga melontarkan perkataan kasar. Bahkan, seorang siswi terlihat menarik jilbab yang dikenakan korban.
Aksi tersebut berlanjut ketika korban duduk di bangku kelas. Sejumlah siswi tampak mengelilinginya, sementara beberapa di antaranya terlihat kembali menarik jilbab dan mendorong kepala korban.
Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Hingga kini, penanganan kasus pidana telah diserahkan kepada pihak berwenang. Sementara itu, pihak sekolah menyatakan akan tetap memberikan pendampingan untuk memastikan kebutuhan pendidikan dan kondisi psikologis para siswa yang terlibat mendapat perhatian.





