Lambeturah.co.id — Media sosial kembali diramaikan dengan unggahan yang mengaitkan seorang streamer asal Bali bernama Emoji dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar. Unggahan tersebut menyoroti adanya donasi sebesar Rp1 juta yang disebut diterima sang streamer melalui siaran langsung di TikTok.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat siaran atau konten permainan daring dengan keterangan donasi bertuliskan IDR1.000.000. Pada keterangan tersebut juga terdapat tulisan yang menyebut dana tersebut berasal dari pihak yang ditulis sebagai “Ketua PARJO”.
Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan Dishub Kota Denpasar. Salah satu gambar yang beredar memperlihatkan sebuah akun Instagram dengan nama DISHUB KOTA DENPASAR dan username @dishubdenpasar. Akun tersebut terlihat mengirim pesan kepada seseorang bernama Putra.
Dalam pesan yang ditampilkan pada tangkapan layar, pihak yang mengatasnamakan Dishub Denpasar meminta Putra untuk datang ke kantor pada hari berikutnya guna memberikan penjelasan mengenai persoalan yang disebut sedang viral di TikTok.
“Selamat siang kakak Putra, kami dari Dishub Denpasar mau mempertanyakan masalah yang viral di TikTok 1M itu apa bisa datang ke kantor besok buat penjelasan dan detailnya,” demikian isi pesan sebagaimana terlihat dalam tangkapan layar yang beredar.
Pesan tersebut juga menyebutkan bahwa pertemuan dimaksudkan untuk memperjelas persoalan serta membahasnya bersama. Pengirim bahkan menyampaikan harapan agar Putra dapat datang ke kantor untuk menjadi tamu dalam pembahasan mengenai donasi Rp1 juta yang ramai diperbincangkan di TikTok.
Sementara itu, unggahan lain yang turut beredar menampilkan narasi bahwa seorang streamer asal Bali bernama Emoji disebut “didonate 1M” dan kemudian “auto dipanggil ke Dishub Denpasar”.
Unggahan tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan alasan persoalan donasi tersebut sampai dikaitkan dengan Dishub. Ada pula yang meminta agar dilakukan klarifikasi mengenai apakah donasi tersebut benar-benar terjadi dan apa kaitannya dengan instansi pemerintah.
Di sisi lain, beberapa komentar warganet justru mempertanyakan apakah konten yang beredar merupakan informasi sebenarnya, candaan, atau hasil suntingan. Perdebatan tersebut membuat narasi mengenai “donasi Rp1 juta” dan pemanggilan ke Dishub Denpasar semakin ramai dibicarakan.
Hingga informasi dalam tangkapan layar tersebut dapat dikonfirmasi melalui sumber resmi, publik perlu berhati-hati dalam menyimpulkan kebenaran narasi yang beredar.
Tangkapan layar media sosial, termasuk pesan langsung atau unggahan yang mengatasnamakan suatu instansi, belum dengan sendirinya membuktikan bahwa pesan tersebut benar-benar dibuat dan dikirim oleh pihak resmi.
Begitu pula dengan klaim mengenai donasi Rp1 juta dan alasan mengapa persoalan tersebut disebut berkaitan dengan Dishub Denpasar. Diperlukan klarifikasi langsung dari pihak-pihak terkait untuk memastikan kronologi sebenarnya.
Apabila benar terdapat komunikasi antara pihak Dishub Kota Denpasar dan streamer tersebut, penjelasan resmi dari instansi terkait maupun pihak Emoji akan menjadi penting untuk menjawab pertanyaan publik mengenai tujuan pertemuan dan hubungan persoalan tersebut dengan donasi yang viral di TikTok.
Untuk sementara, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyebarkan kesimpulan mengenai dugaan pemanggilan tersebut sebelum terdapat keterangan resmi.





