Lambeturah.co.id - Seorang pria yang mengklaim memiliki kemampuan mistis mendadak menyita perhatian publik di area Masjid Al-Markaz, Maros, Sulawesi Selatan.

Pria tersebut menyampaikan berbagai klaim spiritual di hadapan warga sambil membawa narasi keagamaan dan silsilah keluarga.

Dalam aksinya, pria itu menyebut pernah mengalami mati suri selama 4 jam. Pengalaman tersebut ia klaim menjadi awal munculnya kelebihan spiritual yang ia gunakan saat merantau dan mengelilingi wilayah Indonesia.

Ia membagikan ilmu "Sapu Pukul Tujuh" serta doa-doa pelindung diri untuk menangkal gangguan gaib maupun niat buruk dari orang lain.

"Kalau naik rezekimu, iri hati tetanggamu. Mati, dia santet masuk. Kenapa? Tidak punya pagar diri," ujar pria tersebut di hadapan kerumunan warga.

Untuk meyakinkan warga, ia mengutip ayat Al-Qur'an (Lā tashtarū bi-āyātī thamanan qalīlā) dan menegaskan bahwa ayat-ayat Allah tidak boleh dijualbelikan.

Ia juga membantah keras tuduhan syirik atas praktik yang dilakukannya. "Kalau ada yang mengatakan syirik ini, berarti Bapak kurang paham yang namanya agama. Ini bukan syirik! Ini ayat Allah, tidak ada syiriknya," tegasnya.

Di akhir aksinya, selain membagikan "pengisian" doa dan benda keselamatan untuk pelancar usaha, pria tersebut secara terbuka mengklaim silsilah pengetahuannya berasal dari tokoh ulama karismatik asal Sulawesi Barat.

Ia mengaku sebagai keturunan langsung dari Kiai Haji Muhammad Tahir atau yang dikenal luas sebagai Imam Lapeo.