Lambeturah.co.id - Wasit pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Ridho Bekti Utomo, resmi melaporkan aksi pengeroyokan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Langkah hukum tersebut ditempuh setelah dirinya menjalani perawatan akibat luka yang diderita saat memimpin laga semifinal Danlanud Cup 2026.

Ridho berharap kasus yang menimpanya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi pelajaran bagi semua pihak. Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam dunia olahraga.

"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Tidak ada pembenaran untuk tindakan kekerasan dalam pertandingan sepak bola," tegas Ridho.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan semifinal antara Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kamis (30/7/2026).

Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, menjelaskan pertandingan awalnya berlangsung normal dengan pengamanan dari personel TNI AU dan tenaga medis yang telah disiagakan.

Namun memasuki menit ke-17, wasit Ridho memberikan keputusan atas sebuah pelanggaran di area pertahanan Gama FC. Keputusan itu sebenarnya diterima para pemain dari kedua tim, tetapi sejumlah ofisial Andalas FC melancarkan protes keras ke meja pertandingan.

Situasi kemudian memanas ketika sejumlah suporter Andalas FC masuk ke lapangan dari berbagai arah. Mereka mengejar wasit hingga terjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan Ridho mengalami luka dan harus dilarikan menggunakan ambulans ke RS Emanuel Klampok.

Selain Ridho, salah satu asisten wasit, Rio Wahyu, juga mengalami cedera setelah terkena lemparan botol plastik di bagian kepala.

Pasca kejadian tersebut, perangkat pertandingan sebenarnya memutuskan untuk menghentikan pertandingan karena alasan keamanan. Namun pihak Andalas FC meminta laga tetap dilanjutkan.

Panitia akhirnya menunjuk seorang wasit pengganti dari unsur TNI AU untuk memimpin pertandingan, sementara dua asisten wasit dari Askab PSSI Purbalingga tetap bertugas dalam kondisi yang disebut terpaksa.

Kericuhan kembali pecah di tengah pertandingan akibat protes terhadap keputusan wasit. Perangkat pertandingan bahkan harus berlari meninggalkan lapangan demi menyelamatkan diri. Meski demikian, pertandingan tetap diteruskan hingga selesai dan dimenangkan Andalas FC dengan skor 1-0.

Menanggapi insiden tersebut, Askab PSSI Purbalingga mengambil langkah tegas. Ketua Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga, Mugi Ari, menyatakan seluruh perangkat pertandingan dari Askab tidak akan bertugas pada sisa turnamen.

Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Ketua Askab PSSI Purbalingga. Komisi Wasit menilai panitia penyelenggara lalai dalam menjamin keamanan dan keselamatan perangkat pertandingan selama turnamen berlangsung.

Sementara itu, PSSI Purbalingga juga menghentikan sementara pelaksanaan babak semifinal hingga waktu yang belum ditentukan. Organisasi tersebut menyampaikan penyesalan atas terjadinya kerusuhan dan pengeroyokan terhadap wasit serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di dunia sepak bola.