Sayembara Vanessa Angel Dikritik Seniman Lukis, Ada Apa?

Sayembara Vanessa Angel Dikritik Seniman Lukis, Ada Apa?
Vanessa Angel kembali menarik perhatian publik dengan perilakunya di media sosial. Kali ini, ibu satu anak itu membuat sayembara membuat lukisan dengan imbalan senilai Rp 5 juta.

Hal itu diumumkan dalam Instagram pribadinya, beberapa waktu lalu. Vanessa Angel mengunggah potretnya bersama suami dan anaknya seraya menuliskan sayembara itu di keterangan foto.

"Guys, info dong kalau ada akun teman kalian yang bisa melukis foto kami di canvas ukuran size (p) 135 x 105 (L) atau ukuran lebih gede dari itu juga boleh banget. Lukisan paling bagus, aku bayarin Rp 5.000.000 ya!" tulis Vanessa Angel.

Diduga Rugikan Negara Sebesar Rp 2,9 Miliar, 45 Anggota DPRD Bone Dilaporkan



Vanessa Angel kemudian menyebutkan akan memberikan uang senilai Rp 250 ribu kepada mereka yang merekomendasikan akun temannya di kolom komentar. Keterangan foto tersebut lantas dibubuhkan dengan tagar #bisayuk.

Sayembara itu disambut positif oleh sebagian warganet di Instagram. Namun, tak disangka, ada pula pihak yang mengkritik sayembara dari artis penuh kontroversi itu.

Pihak tersebut adalah Guruh Ramdani. Melalui akun Twitter pribadinya, seniman lukis itu menyebutkan bahwa aksi Vanessa Angel hanya akan membuang-buang sumber daya para seniman.

"(Rp) 5 juta lumayan, terutama bagi teman-teman yang sedang merintis karier berkesenian," kata Guruh Ramdani.

"Yang jadi masalah, ini bukan order, pasti. Tapi seperti lomba, alias sudah berkarya mengorbankan waktu, tenaga dan biaya sendiri. Namun sama sekali tidak ada jaminan diapresiasi," imbuhnya.

Guruh Ramdani kemudian menyebutkan bahwa Vanessa Angel akan mendapatkan keuntungan melimpah, sedangkan para seniman hanya akan mendapat kecewa. Oleh karena itu, menurut Guruh Ramdani, sayembara sang artis tak sepatutnya diindahkan.

"Kalau seperti ini caranya ya tidak usah diladenin," ujar Guruh Ramdani. Dia hanya mengeluarkan secuil. Namun akan banyak sekali karya yang terkumpul dan disia-siakan," katanya.