Terlahir Tunanetra, 3 Santri Di Aceh Berjuang Menjadi Penghafal Al-Qur'an

Terlahir Tunanetra, 3 Santri Di Aceh Berjuang Menjadi Penghafal Al-Qur'an
LambeTurah.co.id - Setiap anak terlahir istimewa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, sesuatu yang menkjubkan jika seorang anak bisa terus berprestasi meski di tengah keterbatasan.

Kisah inspiratif datang dari seorang perempuan asal Aceh bernama Via Faradhila telah tunanetra sejak lahir. Sejak tahun 2020, ia menetap menjadi santri di Pesantren Tahfidz Qur’an Tuna Netra Sama’an, khusu untuk tunanetra. Selama satu tahun menjadi santri, Via sendri sudah hafal 13 Juzz.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah hafal kurang lebih 13 juz," ujar Via dalam program Sosok.

Pria Ini Ditetapkan Jadi Tersangka Karena Membunuh Begalnya



Tidak hanya Via, ada pula Seno Soemadi (38) dan ahmad Zulfikar Alfarizi (27) yang baru menjadi santri di tahun 2021 dan masih terus belajar Al-Qur’an braille. Mereka mengaku jika belajar membaca Al-Qur’an braille sangatlah sulit, karena ada tanda baca yang harus dihafal dengan diraba.

"Karena kalau latin braille itu kan hanya alfabetikal. Kalau untuk sekadar titik dan koma hanya itu saja tanda bacanya. Kalau di Al Quran braille nya itu sendiri tanda bacanya banyak dan huruf tambahannya pun juga banyak. Jadi berapa titik yang harus kita hafalkan juga banyak," ujar Seno.

Dengan keadaan tunanetra, membuat Via, Seno dan Fariz belajar tentang lebih mengerti arti dari bersyukur. Mereka melihat dari sudut pandang lain, yang tentu membuat hidup mereka lebih bermakna.

"Yang membuat saya bersyukur, saya merasa bahwa hidup saya ini benar-benar ditentukan oleh Allah SWT ya. Artinya, dulu saya seperti tidak merasakan hidup waktu masih bisa melihat. Kalau dengan keadaan yang tidak bisa melihat kayak gini kan yang menjadi penerang, yang menjadi harapan, yang menjadi pegangan itu hanya Allah SWT," ujar Fariz.

Tidak hanya Fariz, Via mengungkapkan hal yang membuat ia bersyukur.

"Saya itu meskipun tidak bisa melihat, tapi saya masih bisa membaca Al Quran. Saya juga menganggap diri saya itu sama seperti yang lain. Yang saya syukuri itu juga saya masih bisa merasakan kenyang," cerita Via sembari tersenyum.

Berbeda dengan Fariz dan Via, Seno pun sampai menitikkan air mata ketika diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.

"Yang membuat saya bersyukur, masih bisa diberi kesempatan untuk belajar Al Quran. Dan ketemu dengan teman-teman yang luar biasa di sini," ujar Seno sembari menyeka air matanya.