Trigeminal Neuralgia, Penyakit Saraf Berbahaya yang Terasa Seperti Sakit Gigi

Trigeminal Neuralgia, Penyakit Saraf Berbahaya yang Terasa Seperti Sakit Gigi
Pernahkah kamu merasa nyeri di bagian sebelah wajah hingga tak tertahankan? Rasanya seperti sakit gigi, tetapi sering kali begitu nyelekit hingga seakan tak kuasa menahannya.

Hati-hati, kamu bisa saja mengalami kondisi yang disebut dengan trigeminal neuralgia. Saking hebatnya nyeri yang timbul akibat penyakit itu, penderitanya sering kali sampai merasa ingin bunuh diri. Karena itu, penyakit ini dijuluki suicide disease (penyakit bunuh diri).

Menurut International Headache Society (IHS), trigeminal neuralgia adalah nyeri wajah yang tajam, seperti tersengat listrik pada satu atau lebih cabang saraf trigeminal. Saraf trigeminal sendiri adalah saraf kelima di otak yang menghantarkan sensasi ke wajah dan rongga mulut.

Riri Khasmita Laporkan Balik Kakak, Ini Tanggapan Nirina Zubir



"Nyeri ini memiliki tanda khas yakni hanya terjadi pada salah satu sisi wajah saja dan area yang terserang nyeri sesuai dengan 1 atau lebih percabangan saraf trigeminal," jelas dr. Mustaqim Prasetya, SpBS, seorang ahli bedah saraf di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dalam rilisnya.

"Rasa nyerinya hilang timbul. Bagian pipi, rahang, gigi, gusi, dan bibir paling sering kena serangan. Hal inilah yang kemudian membuat penderita trigeminal neuralgia menyangka mereka mengalami sakit gigi dan tak jarang berobat ke dokter gigi. Tak sedikit yang giginya sudah dicabut beberapa buah tapi tetap saja serangan nyeri masih dirasakan," sambungnya lagi.

Nyeri tajam ini bisa muncul kapan saja dan dipicu oleh aktivitas sehari-hari yang seharusnya aman untuk saraf. Aktivitas tersebut termasuk mengunyah, minum, bicara, tertawa atau tersenyum, menggosok gigi, mencuci muka, bahkan sekadar terkena hawa dingin dari kipas angin atau AC.

Rasa sakit yang teramat sangat pada bagian sebelah wajah memang tidak selalu akibat trigeminal neuralgia. Berbagai kondisi lain juga bisa menyebabkan nyeri tersebut, seperti migrain, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala kluster, glaukoma, atau sinusitis.

Oleh karena itu, jika merasa curiga terhadap nyeri tak tertahankan pada bagian rahang, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit. Petugas kesehatan akan melakukan berbagai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan fisik hingga radiologi untuk memastikan kondisi tersebut.

Setelah didiagnisis dengan trigeminal neuralgia, pasien akan diberikan pengobatan dan penanganan secara bertahap, termasuk pemberian obat antiepilepsi. Namun, jika tak kunjung membaik, kondisi tersebut dapat diatasi dengan tindakan bedah mikro bernama MVD (MicroVascular Decompression).

"Di RS PON, operasi bedah mikro akan dilakukan di bawah kerjasama tim dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf, guna mencapai hasil yang maksimal dan dengan menekan risiko seminimal mungkin. Untuk meminimalkan risiko komplikasi, maka selama tindakan MVD berlangsung akan dilakukan pemantauan ketat fungsi saraf dengan menggunakan alat IOM atau intraoperative monitoring untuk memonitor saraf-saraf lain yang berdekatan dengan lokasi operasi," papar dr. Mustaqim Prasetya, SpBS lebih lanjut.

"Jadi tindakan operasi MVD sejauh risikonya minimal dengan hasil yang memuaskan. Data internal kami menunjukkan angka bebas nyerinya bisa mencapai 90%," katanya.

Penyakit trigeminal neuralgia merupakan kondisi yang dapat menyerang orang dengan usia berapa pun. Namun, jika diatasi dengan metode yang tepat, pasien bisa pulih dan menjalani hidup yang lebih berkualitas lagi.

"Nyeri trigeminal neuralgia dapat disembuhkan dengan metode yang tepat, yang dapat mengatasi sumber penyebab nyeri tersebut. Selanjutnya pasien bisa hidup bebas nyeri tanpa perlu mengkonsumsi obat," tutup dr. Mustaqim Prasetya, SpBS.