Viral Mobil Wisatawan Tiba-tiba Dihadang 10 Orang Debt Collector, Polresta Yogyakarta Beri Penjelasan

Viral Mobil Wisatawan Tiba-tiba Dihadang 10 Orang Debt Collector, Polresta Yogyakarta Beri Penjelasan
Viral Mobil Wisatawan Tiba-tiba Dihadang 10 Orang Debt Collector, Polresta Yogyakarta Beri Penjelasan

Lambeturah.co.id - Viral di media sosial wisatawan di Yogyakarta dihadang oleh debt collector sebanyak 10 orang padahal mobil miliknya dibeli secara cash.

Terkait viralnya video itu, Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Sujarwo mengatakan peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman. Sebenarnya, permasalahan sudah selesai di Polsek Tegalrejo.

"Intinya itu hanya salah paham," kata lewat sambungan telepon, dikutip pada Sabtu (11/5/2024).

"Memang (kedua kubu) tidak melaporkan, tidak ada unsur tindak pidana, dan mereka sudah sepakat selesai," tambahnya.

Sujarwo menjelaskan, unggahan awal yang ada di Facebook juga telah dihapus karena masalah sudah selesai.

"Iya, makanya kemarin itu dari teman Polsek ada yang menyampaikan sudah di-take down itu di Facebook (videonya)," ujarnya.

Ketika di polsek itu, kata Sujarwo dari dua kubu tak ada yang membuat laporan polisi. Kemudian, dua kubu ini juga berasal dari daerah yang sama.

Menjawab informasi yang beredar di medsos yang menyebut wisatawan berasal dari Madura.

"Kebetulan begitu (asalnya sama). Itu informasinya dari saudara kita di ujung sana, Medan," ungkapnya.

"Namanya juga media sosial hanya versinya yang mau mengunggah saja to," sambungnya.

Sebelumnya, kejadian tidak menyenangkan menimpa wisatawan asal Madura saat di Yogyakarta. Dalam videonya mereka dikepung sejumlah orang dari kantor leasing.

Sejumlah orang yang diduga debt collector itu beralasan mobil itu menunggak cicilan.

"Keluarga dari Madura ini dikepung 10 orang dengan 2 mobil dan motor saat berlibur ke Yogyakarta bersama rombongan keluarga lainnya, Senin 6/5/2024," tulis akun Instagram majeliskopi08.

"Alasan mereka mobil ini menunggak cicilan kredit dengan menyebut leasing tertentu dan menyodorkan kertas tagihan atas nama orang lain," tandas keterangan video tersebut.