Walkot Ungkap Rencana BTS Tampil di Batam, Syaratnya Tak Mau Dikarantina

Walkot Ungkap Rencana BTS Tampil di Batam, Syaratnya Tak Mau Dikarantina
LambeTurah.co.id - Perusahaan asal Korea Selatan Incheon International Airport Corporation (IIAC) menawarkan membawa band asal negaranya BTS untuk tampil di Batam. Hal tersebut diperuntukkan sebagai penghibur dalam penandatanganan kerja sama pengembangan Bandara Hang Nadim.

"Dia (pihak IIAC) menawarkan, boleh enggak kami membawa KPOP, BTS ke Batam, kalau saya sepakat saja," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam seperti dilansir Antara, Senin (29/11/2021).

Rudi mengatakan ikut menyetujui dan berharap jika kedatangan Boy Band asal Korea Selatan tersebut dapat menghibur warga Batam. Bahkan ia berharap kedatangan BTS tidak hanya ditonton penggemarnya asal Indonesia, tetapi juga penggemar dari negara tetangga.

Ngaku Jadi Korban KDRT, Jonathan Frizzy Polisikan Balik Dhena Devanka



"Kalau itu (BTS) hadir, menurut saya bisa 50.000 orang yang datang, bukan warga Kota Batam saja, tapi dari nasional. Bahkan dari Singapura juga," kata pria yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.

Namun, Rudi melanjutkan, ada satu syarat yang diminta pihak Korea Selatan. Yaitu BTS datang dan tampil tanpa perlu melalui proses karantina di Indonesia.

Pihaknya kini sedang berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan terkait aturan karantina. Karena Wali Kota tidak ingin menyalahi aturan di saat pandemi COVID-19.

"Kebetulan dia (BTS) tidak mau diisolasi. Maka sedang diurus. Kalau diizinkan mereka bisa hadir, kalau tidak diizinkan mereka tidak jadi ke Batam. Tapi kami berusaha," kata Wali Kota.

Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memenangkan lelang seleksi pengadaaan badan usaha pelaksana proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Rencananya, penandatanganan kerja sama akan dilakukan pertengahan Desember, agar pembangunan terminal dua bandara mulai dibangun pada 2022.

"Dalam perjanjian, Menteri dari Korea siap untuk hadir ke Kota Batam, dan akan tandatangan di sini. Saya lapor Pak Menko Perekonomian, beliau sudah bersedia hadir menyaksikan penandatanganan," kata Muhammad Rudi.