Lambeturah.co.id - Seorang warga Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, harus menjalani perjuangan panjang demi mendapatkan perawatan medis. Pria bernama Kamaruddin (45) itu ditandu menggunakan kain sarung selama kurang lebih empat jam karena akses menuju fasilitas kesehatan tidak dapat dilalui kendaraan.
Dalam proses evakuasi tersebut, dua anggota Bhabinkamtibmas Polres Mamasa, Aipda Hendra Sapri dan Bripka Hamsir, turut membantu warga dan keluarga membawa korban melewati jalur yang sulit hingga mencapai titik yang bisa dijangkau kendaraan roda empat.
Aipda Hendra Sapri menjelaskan, Kamaruddin yang sehari-hari bekerja sebagai petani diduga mengalami kecelakaan hingga terjatuh. Akibat insiden tersebut, ia mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka pada wajah, dahi membengkak, serta luka di bagian belakang kepala," ujar Hendra dalam keterangan tertulis Polres Mamasa, Senin (3/8).
Menurut Hendra, kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Tidak adanya akses jalan yang dapat dilalui kendaraan membuat warga terpaksa menggunakan tandu darurat yang dibuat dari kain sarung.
Selama kurang lebih empat jam, keluarga bersama warga sekitar bergotong royong membawa Kamaruddin hingga tiba di titik jalan yang dapat diakses mobil. Setelah itu, korban langsung dibawa menggunakan kendaraan milik warga menuju Puskesmas Mambi untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di puskesmas, tim medis segera melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan terhadap seluruh luka yang dialami korban sesuai prosedur.
Hendra mengatakan keterlibatan personel Bhabinkamtibmas dalam proses evakuasi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Ia berharap kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya membantu mempercepat penanganan keadaan darurat, tetapi juga semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga di daerah pelosok.





