Lambeturah.co.id - Sebuah video memperlihatkan mobil operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digunakan untuk keperluan pribadi mendadak viral di media sosial. Mobil jenis pick-up tersebut ketahuan dipakai memboyong keluarga untuk berbelanja ke Solo Paragon Mall.
Aksi tersebut memicu amarah netizen setelah diunggah oleh akun Threads @raramaharn. Dalam video yang beredar, tampak mobil pick-up putih bertuliskan logo KDMP 4x4 terparkir di area mall.
"Gimana mau ridho sama program KDMP ini? Baru juga jalan beberapa bulan, udah liat pake mata kepala sendiri kalau mobil dinas koperasi desa dipake ngemall bareng anak istri di Mall Solo Paragon hahaha. Ada aja tingkahnya, program ga guna oknumnya merajalela," tulis narasi dalam unggahan yang dikutip pada Senin (3/8/2026).
Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo, Agung Riyadi, memberikan klarifikasinya. Agung menegaskan bahwa kendaraan dalam video viral itu bukan milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) wilayah Kota Surakarta (Solo).
Agung menjelaskan, sejauh ini gerai KKMP di Kota Solo baru terbangun di satu lokasi, yakni di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Fasilitas kendaraan yang dialokasikan untuk wilayah Solo pun belum mencakup mobil pick-up.
"Untuk jenis mobil yang diberikan kepada Kota Solo itu baru roda tiga, dua motor, dan satu truk. Pick-up belum diberikan. Jadi dipastikan kendaraan itu bukan milik Kota Surakarta," tegas Agung saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa hingga saat ini fasilitas kendaraan operasional tersebut belum diserahterimakan secara resmi oleh pihak Agrinas maupun TNI kepada Pemkot Solo, sehingga regulasi tertulis penggunaan aset belum dipegang. Meski demikian, secara norma umum, kendaraan dinas seharusnya murni dipakai untuk kebutuhan bisnis koperasi, bukan keperluan pribadi.
"Kalau secara logika, itu kan pasti untuk kepentingan operasional KKMP," terangnya.
Agung juga menambahkan, gerai KKMP di Solo sendiri hingga kini belum beroperasi secara penuh karena pasokan bahan baku yang belum diterima.





