Lambeturah.co.id - Nama Abdul Haris Agam, atau yang lebih akrab disapa Agam Rinjani, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Namun, kali ini bukan karena aksi heroiknya, melainkan adanya penolakan keras dari sejumlah pelaku wisata dan tokoh adat di lingkar Gunung Rinjani terkait rencana kedatangannya.
Penolakan ini mencuat setelah Agam berencana kembali ke Gunung Rinjani bersama konten kreator ternama, Panji Petualang.
Kunjungan tersebut sedianya ditujukan untuk mengenang satu tahun proses evakuasi Juliana Marins. Namun, Forum Wisata Lingkar Rinjani secara tegas menyatakan keberatan.
Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, mengungkapkan bahwa penolakan tersebut didasari oleh isu pengelolaan dana donasi pasca-evakuasi Juliana yang dianggap belum transparan.
“Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas,” ujar Royal
“Menurut tradisi kita, khususnya yang tinggal di lingkar Rinjani, tidak semudah itu untuk menyebut diri sebagai Pawang Rinjani,” tandanya.





