Lambeturah.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau yang akrab disapa AWK, memberikan penjelasan terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World di Thailand yang belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Kehadiran Arya Wedakarna dalam acara tersebut sebelumnya viral setelah sejumlah foto dan video memperlihatkan dirinya menghadiri kegiatan yang dikaitkan dengan kontes transgender. Dalam acara itu, AWK tampil mengenakan busana adat Bali dan menerima sebuah penghargaan.
Menanggapi berbagai komentar publik, Arya Wedakarna menegaskan bahwa kehadirannya di Thailand bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI. Ia menyebut dirinya hadir sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali sekaligus Presiden Hindu Center of Indonesia.
“Saya hadir bukan mewakili DPD RI. Kehadiran saya dalam kapasitas sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali,” demikian penjelasan AWK dalam video klarifikasinya.
Menurut AWK, undangan tersebut berkaitan dengan penerimaan penghargaan dari sebuah komite pariwisata bernama MS Organizer. Ia mengaku fokus menghadiri acara untuk menerima penghargaan dan menjalankan misi memperkenalkan Bali kepada delegasi internasional yang hadir.
AWK menilai kehadirannya dalam forum internasional tersebut merupakan kesempatan untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Terlebih, acara tersebut disebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara.
“Bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali dan bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah. Di acara itu ada delegasi dari 15 negara dan mereka semua cinta Bali,” ujar Arya Wedakarna.
Terkait adanya rangkaian pemilihan kontes transgender atau waria dalam acara tersebut, AWK mengaku tidak mengetahui secara detail konsep keseluruhan kegiatan. Menurutnya, acara pemilihan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang bersamaan dengan agenda penerimaan penghargaan.
“Mengenai pemilihan miss dan macam-macam, saya tidak paham karena mungkin itu rangkaian acara. Jadi saya duduk, hadir menerima penghargaan, lalu pulang,” katanya.
AWK juga menyinggung pentingnya menghormati penyelenggara dan seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah kegiatan internasional. Menurutnya, sebagai tamu, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengomentari latar belakang maupun identitas para peserta dan panitia acara.
Ia berpandangan bahwa setiap negara memiliki karakteristik sosial dan budaya masing-masing yang perlu dihormati, termasuk Thailand sebagai negara tuan rumah.
Selain kehadiran AWK, perhatian publik juga tertuju pada sosok pria berseragam TNI yang terlihat mendampinginya selama berada di lokasi acara. Menanggapi hal tersebut, AWK menjelaskan bahwa pria tersebut merupakan ajudan yang bertugas melakukan pengamanan dan pendampingan.
Menurut AWK, keberadaan ajudannya tidak memiliki kaitan dengan acara yang dihadiri, melainkan merupakan bagian dari tugas pengamanan yang melekat dalam setiap agenda tertentu.
“Memang tugasnya mengawal saya. Tidak ada hubungannya dengan acara,” jelasnya.
Ia juga menyebut kondisi keamanan di sejumlah kawasan regional menjadi salah satu pertimbangan perlunya pengawalan selama melakukan perjalanan ke luar negeri.
Klarifikasi Arya Wedakarna tersebut disampaikan setelah kehadirannya di Miss Equality World Thailand menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan kapasitas dan tujuan kehadiran AWK dalam acara tersebut, terutama karena dirinya merupakan seorang pejabat publik dan anggota DPD RI.
Namun, AWK menegaskan bahwa kunjungannya kali ini tidak berkaitan dengan tugas kedewanan. Ia menempatkan kehadirannya sebagai bagian dari aktivitas pribadi dan perannya dalam bidang budaya, keagamaan, serta promosi pariwisata Bali.
Kontroversi ini kembali menunjukkan bagaimana aktivitas tokoh publik di luar agenda resmi pemerintahan dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat, khususnya ketika dokumentasi kegiatan tersebut tersebar luas melalui media sosial.
Di tengah berbagai tanggapan yang muncul, Arya Wedakarna berharap masyarakat dapat memahami konteks kehadirannya secara utuh. Menurutnya, tujuan utama perjalanan tersebut adalah memperluas jaringan internasional sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Bali kepada dunia.
Dengan adanya penjelasan tersebut, AWK menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam penyelenggaraan maupun konsep kontes yang menjadi bagian dari rangkaian acara Miss Equality World.





