Lambeturah.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi tenggat waktu kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk membuktikan bahwa lembaga ini mampu berbenah.
Jika tidak, Opsi paling ekstrem disebut sudah ada di meja pemerintah yakni membubarkan Bea Cukai dan mengganti fungsinya dengan perusahaan inspeksi asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).
Menurut Purbaya, evaluasi pemerintah masih menemukan sejumlah persoalan, di antaranya:
• Dugaan under invoicing.
• Praktik impor ilegal.
• Indikasi pelanggaran yang masih ditemukan meski telah dilakukan pergantian pejabat.
Purbaya juga menegaskan bahwa ultimatum ini berasal dari arahan Presiden.
"Karena ancaman Presiden jelas, kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin. Diganti dengan SGS," ujarnya.
"Saya minta betulin itu sampai September ini. Saya akan masuk lagi ke sana obrak-obrik semuanya," tambahnya.
Di balik ancaman tersebut, ada konsekuensi besar. Jika pembubaran benar-benar terjadi, bukan hanya sistem kepabeanan yang berubah, tetapi juga nasib ribuan pegawai Bea Cukai.





