Lambeturah.co.id — Seorang pria diamankan petugas KAI Commuter setelah nekat melakukan aksi berbahaya dengan bergelantungan di sisi luar rangkaian KRL Commuter Line Nomor 2247A relasi Tanjung Priok–Jakarta Kota.
Peristiwa tersebut terjadi saat KRL memasuki Stasiun Ancol, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 16.48 WIB.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan aksi tersebut pertama kali diketahui oleh petugas pengamanan stasiun. Petugas melihat seorang pria yang tidak dikenal berada di sisi luar pintu kereta kedua dari depan.
Petugas kemudian langsung menghampiri dan mengamankan pria tersebut ke pos pengamanan Stasiun Ancol untuk menjalani pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui berada dalam pengaruh alkohol. Ia juga mengaku bergelantungan di sisi luar kereta sejak KRL berangkat dari Stasiun Jakarta International Stadium hingga tiba di Stasiun Ancol," kata Leza.
Tak hanya itu, sebelum melakukan aksi bergelantungan, pria tersebut diketahui sempat memasuki area jalur rel tanpa hak. Padahal, yang bersangkutan telah mendapatkan teguran dari petugas.
Setelah menjalani pemeriksaan, pria tersebut diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. KAI Commuter juga memasukkan yang bersangkutan ke dalam daftar blacklist dan database CCTV analytics.
Selanjutnya, pria tersebut dikeluarkan dari area layanan Commuter Line sesuai dengan prosedur yang berlaku.
KAI Commuter mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan berbahaya, termasuk bergelantungan di bagian luar kereta atau memasuki area jalur rel tanpa izin.
"Tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan dan dapat mengganggu operasional perjalanan Commuter Line. Keselamatan pengguna dan masyarakat merupakan prioritas utama kami," ujar Leza.
KAI Commuter juga mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik saat berada di stasiun maupun ketika menggunakan layanan Commuter Line.
Masyarakat yang melihat adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti.
"Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pengguna dengan memperkuat pengawasan serta mengedepankan edukasi mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian," tutur Leza.





