Lambeturah.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah DKI Jakarta pada 2026 akan datang secara bertahap. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan menjadi wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan, yakni pada dasarian II November 2026.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab, menjelaskan bahwa awal musim hujan di Jakarta tidak terjadi secara bersamaan. Berdasarkan prediksi BMKG, periode awal musim hujan di DKI Jakarta berlangsung mulai pertengahan November hingga akhir Desember 2026.
"Awal musim hujan 2026 di DKI datangnya tidak serentak, mulai dari dasarian II November hingga dasarian III Desember," kata Fachri kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Wilayah Jakarta Selatan yang diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan meliputi Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, dan Pasar Minggu. Sementara itu, di Jakarta Timur, wilayah yang diprediksi lebih awal mengalami musim hujan adalah Cipayung, Kramat Jati, Ciracas, dan Pasar Rebo.
Fachri menjelaskan, kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi datangnya musim hujan di kedua wilayah tersebut. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur relatif lebih dekat dengan kawasan pegunungan di bagian selatan, seperti Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak.
Menurutnya, faktor geografis tersebut turut berperan bersama kondisi atmosfer lainnya, termasuk angin dan kelembapan udara, dalam menentukan awal musim hujan.
BMKG memprediksi sejumlah wilayah Jakarta lainnya akan memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Pada dasarian I Desember 2026 atau periode 1–10 Desember, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di beberapa wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Wilayah tersebut meliputi Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah, Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang, Jatinegara, Makasar, Pulo Gadung, Matraman, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Setiabudi, dan Tebet.
Selanjutnya, pada dasarian III Desember 2026 atau periode 21 Desember hingga akhir bulan, musim hujan diprediksi meluas ke Kepulauan Seribu, sejumlah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, serta sebagian Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan pada periode tersebut mencakup Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Taman Sari, Tambora, Gambir, Kemayoran, Sawah Besar, Cakung, Duren Sawit, Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok.
BMKG memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan awal musim hujan. Suatu wilayah dikategorikan memasuki musim hujan apabila curah hujan lebih dari 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut atau lebih dari 150 milimeter dalam satu bulan.
Sebagai informasi, dasarian merupakan pembagian periode waktu selama sepuluh hari. Dasarian I berlangsung pada tanggal 1–10, dasarian II pada tanggal 11–20, sedangkan dasarian III dimulai tanggal 21 hingga akhir bulan.
Dengan prediksi tersebut, masyarakat di wilayah DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan potensi dampak musim hujan, terutama di daerah yang diperkirakan lebih dahulu memasuki periode tersebut.





