Lambeturah.co.id - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, berubah menjadi panggung budaya dan hiburan menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand, Senin (5/10/2026).
Rangkaian closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung meriah dengan perpaduan tata cahaya, visual lapangan, musik, tarian tradisional, hingga cahaya dari ribuan ponsel penonton yang memenuhi tribun stadion.
Menjelang pertandingan puncak, budaya Indonesia menjadi salah satu bagian utama dalam seremoni penutupan. Sejumlah penari menampilkan ragam budaya Nusantara yang merepresentasikan wilayah Bali, Jawa, hingga Kalimantan.
Pertunjukan tersebut dikemas dengan koreografi modern dan dipadukan teknologi tata panggung, pencahayaan, musik, serta visual berukuran besar. Lapangan sepak bola pun untuk sementara berubah menjadi panggung seni berskala besar.
Tak hanya menampilkan budaya, seremoni juga dimeriahkan penampilan musisi Indonesia, termasuk Anggun C. Sasmi. Anggun tampil bersama puluhan anggota choir Paragita Universitas Indonesia dalam salah satu segmen acara.
Kemeriahan semakin terasa dengan pesta kembang api yang menghiasi langit di kawasan Gelora Bung Karno. Sorotan cahaya dari dalam stadion berpadu dengan lautan lampu dari tribun, menciptakan suasana spektakuler sebelum kick-off.
Rangkaian acara tersebut menunjukkan bahwa final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya menjadi panggung pertandingan sepak bola. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Asia Tenggara.
Setelah closing ceremony berakhir, perhatian ribuan penonton kemudian beralih ke pertandingan final antara Timnas Indonesia dan Thailand.
Bermain di hadapan publik sendiri, Timnas Indonesia membawa harapan besar untuk menutup perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil terbaik. Dukungan suporter di SUGBK turut menciptakan atmosfer panas menjelang laga perebutan gelar juara.
Malam final pun menghadirkan perpaduan antara sepak bola, budaya, musik, dan hiburan dalam satu panggung besar di Gelora Bung Karno.
Bagi Indonesia, kemeriahan seremoni tersebut menjadi gambaran bagaimana budaya Nusantara dan sepak bola dapat tampil berdampingan di hadapan publik regional.





